Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Alex Nourdin Resmikan Nama RSUD Provinsi Sumsel

0 93

PALEMBANG, rakyatrepublika.com-

Setelah melakukan grand opening pada akhir Juni lalu, Senin (17/9/2018) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumsel resmi diberi nama menjadi RSUD Siti Fatimah. Peresmian nama ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

Alex Noerdin mengatakan, pemberian nama ini sudah melalui pembahasan yang panjang dengan melibatkan berbagai tokoh masyarakat Sumsel dan kalangan dewan serta sejumlah anggota LVRI Sumsel. Dari lima nama yang diusulkan, akhirnya disetujuilah nama Siti Fatimah menjadi nama RSUD kebanggaan Sumsel.

Sosok Siti Fatimah ini sendiri tak lain merupakan istri dari pejuang kemerdekaan Muhammad Noerdin Pandji, yang juga merupakan orangtua dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

“Ini sudah disepakati banyak pihak, bukan karena ia ibu Gubernur tapi beliau benar-benar berjasa. Karena saat ayah saya Mayor M Noerdin Pandji berjuang melawan penjajah ibu Siti Fatimah ikut merawat prajurit-prajurit yang terluka, ini kesaksian beberapa veteran. Karena itu kami minta diikhlaskan agar nama RSUD ini diberi nama Siti Fatimah, Semoga menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.

Alex berharap RSUD ini dapat menjadi RSUD percontohan dan bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya di Sumsel, sehingga nama Siti Fatimah akan ikut dikenang sepanjang masa.

Alex juga mengatakan, peresmian RSUD ini bukan hanya menjadi cita-citanya tapi cita-cita seluruh masyarakat, dengan fasilitasnya yang lengkap dan canggih diharapkan RSUD ini jadi alternatif pilihan masyarakat selain berobat keluar negeri.

” Bayangkan ini bantuan dari APBN batu Rp85 miliar dari komitmen Rp 900 miliar, Dengan bantuan hampir Rp 1 triliun itu bisa dibayangkan seperti apa fasilitasnya. Kalau selama ini ada yang berobat ke Singapura, nanti tidak perlu lagi cukup berobat disini saja dengan harga yang lebih terjangkau,” terangnya.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel yaitu Lesty Nurainy mengatakan, sejak 23 Juni lalu RSUD ini sudah beroperasional namun diakuinya masih terbatas pada empat pelayanan saja seperti pelayanan dasar, poli dan UGD.

“Kita baru seumur jagung jadi baru empat jenis pelayanan, sejauh ini banyak yang rawat jalan karena untuk rawat inap memang belum,” jelasnya. (Ril)

Editor : Mella

Leave A Reply

Your email address will not be published.