Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Buronan Kasus 3C Tewas Ditembak Polisi

0 63
PALEMBANG, rakyatrepublika.com –
 

Buronan polisi yang diketahui sering melakukan tindakan kriminal 3C (Curas, Curat, Curanmor) yakni Sahrullah alias Fahrul (26), warga jalan Sentosa Mega Mendung kecamatan SU II Palembang, meregang nyawa setelah baku tembak dengan petugas kepolisian dari tim unit pidum Polresta Palembang, Selasa (24/10/2017) pukul 03.00 Wib dini hari.

Tersangka Fahrul telah diburu polisi kurang lebih dari tiga tahun karena tersangka melakukan berbagai macam tindak kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian disertai dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan, dalam melakukan aksinya Sahrul juga tak segan-segan untuk melukai korbannya bila korban mencoba melawan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara berujar, pihaknya telah melakukan penyelidikan intensif selama seminggu sebelum merencanakan untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Pengintaian terhadap tersangka pun telah dilakukan sejak lama dengan mengumpulkan berbagai laporan aksi kriminal yang diderita masyarakat, pelaku pun sudah 2-3 tahun buron sehingga penangkapannya menjadi target utama operasi kami,” ujarnya.

Setelah melakukan penyelidikan, jelas Yon, anggota polisi akhirnya mengetahui posisi pelaku dan komplotannya yang tengah berada di kawasan jalan Mayor Ruslan kelurahan 9 Ilir kecamatan Ilir Timur II Palembang tepatnya di depan Percetakan Rambang, pihak kepolisian akhirnya segera menggelar operasi penangkapan pelaku.

 .” Namun pelaku yang jumlahnya dua orang, sigap melawan saat hendak diringkus, hingga baku tembak di kawasan tersebut tak terelakkan serta kedua pelaku berhasil menaiki sepeda motor untuk melarikan diri hingga kami berhasil mengejarnya sampai ke Musi II, namun karena pelaku terus melawan dengan melepaskan tembakan, kami akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembak tersangka dan mengenai dada, sementara rekan tersangka yang saat itu berboncengan dengannya berhasil melarikan diri,” jelas Yon.
 

Disebutkan Yon, dari tersangka pihaknya menyita barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver gagang warna kuning, 5 Butir Peluru 9mm, satu selongsong peluru 9mm, satu pisau, satu paket sabu dalam saku celana dan satu buah Senter.” Saat ini kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengejar satu pelaku lain yang berhasil melarikan diri,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di RS Bhayangkara Palembang, keluarga pelaku yang menunggui jenazah tersangka yang datang hanya ayah tersangka yaitu Suyanto (55), menunggu dokter forensik untuk menyelesaikan visum dan segera membawa pulang anak nomor tiganya tersebut ke rumah untuk segera dimakamkan.

“Saya tahu anak saya meninggal dari polisi, tapi kalau mengenai aksi kejahatan yang dilakukan anak saya, saya tidak tahu kalau selama ini dia melakukan tindakan kriminal karena dia itu juga bekerja di bengkel, semalam sebelum kejadian cucu saya menelepon anak saya dan minta untuk dibelikan kipas angin, anak saya lalu minta uang kepada saya kemudian pergi, ternyata saya mendapat kabar kalau anak saya meninggal,” katanya.

Reporter : Meyda
Editor      : Mella
Posting   : Angga

Leave A Reply

Your email address will not be published.