Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Ditemukan, Waria Ini Bersimbah Darah di Dalam Salon

0 85
PALEMBANG, rakyatrepublika.com-
Warga jalan KH Ahmad Dahlan kelurahan Talang Kelapa kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang ini dihebohkan oleh penemuan jenazah atas nama Aldi alias Chika alias Badek (25) tewas bersimbah darah di dalam salon ‘Kiki Salon’, Selasa (16/1/2018) sekitar pukul 11.45 WIB.

 

Wanita pria (Waria) yang merupakan warga Desa Tanjung Raja kecamatan Pemulutan kabupaten Ogan Ilir tersebut ditemukan tewas dalam kondisi kepala bersimbah darah yang diduga akibat pukulan benda tumpul dan juga terlilit sebuah kain.

 

Di lokasi kejadian ditemukan tabung gas elpiji 3 Kg yang penuh berlumuran darah tepat di bagian bawahnya korban. Jenazah Chika pertama kali ditemukan oleh sang pemilik salon, Khottob alias Kiki (25).  Dijelaskan Kiki, dimana saat itu dirinya datang pada pukul 11.30 WiIB dengan maksud untuk bekerja.

 

“Biasanya salon sudah dibuka sejak pagi pukul 08.00 Win oleh Chika. Dia kerja dan tinggal di dalam salon tersebut. Tapi tadi (kemarin-red) saya datang agak siang salon belum dibuka juga,” ujarnya saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

 

Dirinya pun berteriak memanggil Chika untuk membukakan pintu rolling door yang terkunci dari dalam namun tak kunjung ada jawaban. Akhirnya dirinya pun membuka rolling door tersebut menggunakan kunci yang dipegangnya.

 

Setelah pintu dibuka, betapa terkejutnya karena melihat Chika sudah tergeletak di atas lantai tak bergeming dengan kondisi tubuh bersimbah darah. Teriakan Kiki pun mengundang perhatian warga yang segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

 

Kiki mengungkapkan, meski dirinya sudah membuka salon tersebut selama tiga tahun, namun Chika baru bekerja di salon miliknya tersebut sejak 27 Desember 2017 lalu, belum genap satu bulan. Sebelumnya, Chika diketahui bekerja di Selly Salon di kawasan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame, Palembang. Kiki belum terlalu mengenal Chika secara dalam karena mereka pun baru saja berkenalan.

 

“Orangnya juga tidak banyak ngomong, dia itu kalem dan pendiam. Selama kenal sama saya pun dia tidak pernah cerita apapun, tidak tahu ada masalah atau tidaknya,” ujar warga jalan Lematang 1 kelurahan Talang Jambe kecamatan Sukarame Palembang ini.‎‎

 

Sebelum kejadian, terakhir kali Kiki bertemu dengan Cika sebelum malam kejadian, Senin (15/1/2018) malam saat Kiki menutup salonnya tersebut dan meninggalkan Chika di dalam salon. Saat mengecek aplikasi WhatsApp, terlihat ponsel korban masih aktif pada pukul 01.00 WIB, Selasa (16/1/2018).

 

“Kemarin itu dia lagi galau, semalam (Senin-red) juga telponan dengan istri dari cowoknya dari jam 6 sore sampai 21.30 Wib pas saya tutup salon. Cowoknya itu orang Bangka. Dia disuruh makan tidak mau. Galau berat dia,” ujarnya.

 

Sementara itu, Erna (46) yang merupakan pemilik Warung Pempek Rara yang berlokasi tepat bersebelahan dengan ruko salon tersebut mengaku tidak mengetahui ada kejadian tersebut.

 

“Saya tutup biasanya pukul 21.00 WIB, salon ini belum tutup. Pagi-pagi saya datang ke toko, biasanya salon sudah buka pukul 08.00 WIB. Chika juga biasanya sudah terlihat sedang menyapu-nyapu di depan salon. Tapi pagi tadi masih tertutup rapat belum ada aktivitas,” ungkapnya.

 

Kakek korban, Cek Naning (75), warga Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Sukarami Palembang, mengatakan, terakhir kali ia bertemu dengan Cika ialah saat malam sebelum kejadian. “Semalam (Senin-red) saya ketemu di jalan katanya dia sama teman-temannya mau nonton orgen,” ujarnya.

 

Naning mengatakan, Cika merupakan anak tunggal di keluarganya. Menurut Naning, Cika selama ini memang selalu hidup berpindah-pindah, sementara ‎orang tuanya tinggal di kawasan Ogan Ilir.

 

“Dia ini anak satu-satunya. Tapi memang selama ini dia tidak pernah tinggal sama orang tuanya. Tinggalnya di salon-salon orang itu. Dari kecil memang korban itu kelakuannya seperti wanita,” jelasnya.

 

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa  saat ini pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara guna divisum.

 

“Dilihat dari kondisinya, 90 persen korban ini meninggal karena dianiaya. Pelaku dan motif saat ini masih kami selidiki,” ujarnya.

 

Saat ini, kata Yon, dimana pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa kain yang terlilit di kepala korban, satu  tabung gas elpiji 3 Kg, serta kasur gulung berlumuran darah tempat korban tergeletak. “Kami pun sudah meminta keterangan dari beberapa saksi,  penyelidikan masih akan kami kembangkan,” pungkasnya.

 

Reporter : Meyda Sari

Editor      : Arman

Leave A Reply

Your email address will not be published.