Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Paska Ganti Rugi Kebocoran Pipa Milik Pertamina di Babat Supat Ini Menuai Titik Terang

0 140

PALEMBANG, rakyatrepublika.com-
Setelah dilakukan pertemuan, Kamis (29/3/2018) antara pihak pertamina, Camat Babat Supat dan Lepala Desa Gajah Mati serta warga sekitar dalam rangka membahas dampak adanya tumpahan minyak mentah, terkait dugaan kebocoran pipa minyak mentah milik pertamina terjadi pada beberapa bulan yang lalu di wayah desa Gajah Mati kecamatan Babat Supat kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak pertamina meminta waktu sepekan untuk memverifikasi kepastian dlaam rangka untuk penyelesaian ganti, Hal ini diungkapkan salah perwakilan pihak pertamina, Arya.

“Kami sudah melakukan diskusi dengan Camat dan Kades dan pihak terkait untuk ganti rugi yang akan di sepakati, sebelumnya kan ada sedikit kekeliruan masalah aturannya dimana dalam peraturan Gubernur tahun 2014 tentang prosedur teknis dan non teknis,” katanya.

Selain itu Arya pun menyampaikan, dimans pihak akan menjelaskan tentang ganti rugi kepada warga setempat setelah melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk tanam tumbuh jumlah batang yang telah berumur serta prosedur teknis dan non teknis nya.

“Guna melakukan penyelesaian ini, kami meminta waktu lebih kurang satu mingguan karena dari kita memiliki prosedur yang harus di lakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Babat Supat, Marko Susanto berharap setelah dilakukannya pertemuan ini agar permasalahan yang terjadi cepat diselesaikan.

“Ahamdulilah, upaya yang kita lakukan kepada pihak Pertagas, permasalan ini segera cepat diselesaikan pasca kebocoran pipa yang terjadi pada bulan lalu, semoga pertemuan ini yang terakhir kalinya sehingga kedepannya tidak ada warga melakukan upaya hukum guna mendapatkan haknya,” pungkasnya.

Reporter : Terry Fitriyani
Editor      : Arman

Leave A Reply

Your email address will not be published.