Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Renny Astuti : Melangkah ke Senayan Untuk Memberdayakan Perempuan dan Anak

0 225

PALEMBANG, rakyatrepublika.com-

Renny Astuti SH, SpN yang dikenal banyak kalangan sebagai perempuan tangguh saat ini siap melangkah ke senayan sebagai calon legislatif DPR RI dari partai Gerindra dengan nomor urut 6 daerah pililihan Sumsel 1 yang meliputi Palembang, Banyuasin, Muba, Linggau, Mura, dan Muratara.

Renny yang juga berprofesi sebagai Notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah ) ini mengaku pilihan nya untuk melangkah ke Senayan karena dirinya ingin memberdayakan perempuan dan anak dimana saat ini masih banyak wanita tertindas dan anak- anak yang mengalami gizi buruk.

“Ini merupakan pencalonan saya yang pertama dan mengapa saya memilih partai Gerindra karena sejak partai ini berdiri saya sudah bergabung di dalamnya,” ujarnya.

Dikatakan Renny, bila terpilih nanti dirinya ingin memberantas kemiskinan dan menyelesaikan permasalahan gizi buruk karena saat ini banyak anak-anak yang masih mengalami gizi buruk,” Saya berani katakan ini berdasarkan survey yang sudah saya lakukan,” imbuhnya.

Dijelaskan Renny, bahwa perempuan harus mengerti politik dan harus siap berbeda pendapat karena menurutnya kaum perempuan adalah kaum yang tidak siap berbeda pendapat.

“Perempuan harus mandiri, termasuk mandiri dalam pilihan politik. Juga tidak boleh diintervensi, apalagi mata pilih perempuan lebih banyak laki-laki,” lugasnya.

Saat ini, lanjutnya lagi, masih banyak perempuan yang tidak merdeka, maka dari itu perempuan harus bisa mengeksperikan pendapat karena hanya segelintir perempuan yang berani terjun ke dunia politik.

“Saya ingin perempuan punya pendidikan yang tinggi karena perempuan harus tetap berkarya serta tidak hanya di rumah, karena menurut saya itu adalah suatu pembodohan. Apalagi perempuan itu lebih kuat dari laki-laki, karena perempuan bisa menyelesaikan banyak masalah seorang sendiri,” ulas ibu dari lima orang putra dan putri ini.

Wanita yang merupakan aktivis kampus di Yogyakarta dan tergabung dalam FKMY (Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta serta FDPY (Forum Diskusi Perempuan Yogyakarta) pada tahun 1990 ini juga akan membangun ekonomi mikro guna pemberdayaan kaum perempuan agar bisa mandiri.

“Salah satu program saya adalah industri rumah tangga seperti membuat kue, bros, kalung, nantinya pemerintahan terpilih yang akan memberikan modal dengan bunga yang rendah,” pungkasnya. (Mella)

Leave A Reply

Your email address will not be published.