Mengungkap Fakta Dibalik Berita

SMK Negeri Ini Ikuti Perwakilan di International Conference Online

0 12

PALEMBANG, RakyatRepublika.com –

Dalam ajang “Alcob  Cooperation Project (ACP)” International Conference Online dengan tema “Educational System, SMK Negeri 6 Palembang menjadi salah satu perwakilan satu-satunya dari Indonesia dan ditunjuk menjadi tuan rumah, Rabu (7/4/2021).

Acara yang berlangsung secara live streaming ini merupakan acara tingkat Internasional yang diikuti oleh 5 sekolah dari 4 negara yakni Indonesia, Malaysia, Korea Selatan dan Rusia.

Kepala SMK Negeri 6 Palembang, Zulfikri mengatakan dalam kesempatan ini SMKN 6 Palembang dipercaya kembali menjadi tuan rumah dan sekaligus mewakili Indonesia bersama SMAN 3 Padang Panjang untuk menyelenggarakan konferensi tingkat dunia bekerjasama dengan Institute of APEC Collaborative Education (IACE) dari Korea Selatan.

“Alhamdulilah kita sangat beruntung dan merasa terhormat dengan menjadi tuan rumah dan  salah satu mewakili Indonesia bersama SMAN 3 Padang Panjang,” beber dia.

Dalam konferensi ini, kata Zulfikri akan memperkenalkan musik keroncong sebagai musik asli lokal milik Indonesia.

“Saya juga menampilkan salah satu video musik keroncong yang saya nyanyikan yang saya arasemen sebuah lagu barat yang saya keroncongkan,” jelasnya.

Selain itu, juga pihaknya akan membicarakan tentang vokasi pendidikan di SMK. “Saya juga tadi menjelaskan vokasi pendidikan di SMK ini yang tujuannya bagaimana dengan keterampilan mereka dapat bekerja dan juga melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,” beber dia.

Sementara itu, Delegasi Indonesia untuk Porgram Teacher Exchange, Sry Mulya Kurniati mengatakan kegiatan ini merupakan  program konferemsi internasiona ke 4 bekerjasama Institute of APEC Collaborative Education (IACE) dari Korea Selatan.

“Jadi dalam konferensi tingkat dunia ini, SMKN 6 Palembang terpilih menjadi tuan rumah sekaligus mewakili Indonesia bersama SMAN 3 Padang Panjang,” ujarnya.

Ia mengatakan konferensi tingkat dunia ini merupakan kelanjutan dari konferensi sebelumnya yang sudah berlangsung sejak bulan November lalu.

“Konferensi pertama dan kedua kita gelar tentang pembelajaran di masa pandemi lalu yang ketiga yakni tentang masing-masing budaya negara. Dan ini mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh para peserta dan seluruh negara,” ujar dia.

Karena itu, konferensi ke empat ini digelar karena mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari berbagai negara yang ada di dunia ini.

“Kegiatan ini diikuti oleh banyak peserta dan juga para siswa juga turut berpartisipasi dalam konferensi tingkat dunia ini,” bebernya. (Ari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.