Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Wabah Difteri Ini Menular Melalui Kontak fisik dan Saluran Pernafasan

0 61

PALEMBANG, rakyatrepublika.com-Kgiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh Denkesyah 02.04.04 Palembang kepada seluruh prajurit dan PNS jajaran Korem 044/Gapo khususnya yang berada di wilayah Kota Palembang dengan materi tentang penyakit Difteri, Kamis (11/1/2018).

Kegiatan yang berlangsung di aula balai prajurit Korem 044/Gapo dihadiri langsunh para Kasi dan Pasi Korem 044/Gapo, Perwira, Bintara dan Tamtama serta PNS jajaran Korem 044/Gapo ini, Kasipers Korem 044/Gapo Letkol Inf Prabowo mewakili Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP.

Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo S.IP mengatakan disela-sela kegiatan sosialisasi menyampaikan bahwa akhir-akhir ini marak pemberitaan di media tentang adanya penyakit Difteri yang telah berkembang di Indonesia, dengan penderita yang tidak sedikit tersebar di beberapa wilayah, termasuk di Sumsel sendiri sudah terdeteksi adanya penderita.

“Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini marilah kita dengarkan dan simak bersama pencerahan ini dengan baik, agar kita dapat mengambil manfaatnya, baik bagi kita pribadi maupun bagi lingkungan keluarga dan masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, salah narasumber sosialisasi kesehatan tentang penyakit Difteri ini disampaikan oleh Kapten Ckm (K) dr. Sri Wulandari mengatakan bahwa Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae, kuman ini memproduksi toxin/racun yang dapat menyerang dan membahayakan jaringan dan organ tubuh dan pada umumnya menyerang tenggorokan bahkan tonsil maupunkulit yang menyebabkan ulkus. “Kuman difteri ini bisa menyerang semua umur, tetapi yang paling sering menyerang anak-anak,” jelasnya.

Dikatakan Sri Wulandari, Difteri menular melalui kontak fisik dan kontak respirasi (saluran pernafasan)dapat menyebabkan infeksi nasofaring yang menyebabkan kesulitan bernafas bahkan kematian. “Bila difteri menyerang tenggorokan dan tonsil, gejala awal timbul nyeri tenggorokan, nafsu makan hilang dan sedikit demam serta dalam waktu 2 s.d 3 hari kemudian muncul membran putih keabu-abuan di tenggorokan dan di tonsil, membran ini melekat ke dinding atas mulut, rapuh dan mudah berdarah, bila berdarah membran berubah warna menjadi hijau keabu-abuan dan bahkan menghitam. Pada kondisi ini pasien bisa saja sembuh atau sebaliknya semakin bertambah parah dan bisa meninggal dalam waktu 6 sd 10 hari,” pungkasnya. (ril)

 

Editor : Arman

Leave A Reply

Your email address will not be published.