Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Disdik Panggil Kasek Siswa Yang Melakukan Aksi Konvoi Dan Coret-Coret

0 36

PALEMBANG, rakyatrepublika.com – Meski pengumuman kelulusan baru akan diumumkan Kamis (3/5/2018), namun aksi konvoi dan coret-coret pelajar tingkat SMA-SMK tak terbendung lagi. Mereka memadati jalan-jalan yang mengakibatkan macet. Meski sebelumnya Dinas Pendidikan Provinsi telah mengeluarkan edaran, namun aksi coret-coret para pelajar ini tak terbendung lagi.

Kabar adanya aksi beberapa siswa di Palembang yang merayakan kelulusan dengan konvoi liar dan coret seragam, Rabu (2/5/2018) langsung ditanggapi Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menegah Kejuruan (SMK), Erlina bakal memanggil kepala sekolah (Kasek) yang tidak bisa koordinir siswa agar tidak melalukan aksi coret seragam dan konvoi kendaraan untuk dilakukan pembinaan.

Menurutnya, pihak Disdik Sumsel telah menyebarkan edaran yang dikirim ke semua sekolah di Sumsel terkait pelarangan aksi coret seragam dan kompoi kendaraan dalam perayaan kelulusan tahun 2018. Dalam edaran tersebut,” ungkapnya,

Pihak sekolah dihimbau memberikan kegiatan sosial kepada siswa agar tidak melakukan aksi coret dan kompoi di jalan.” Kita akan panggil kasek yang siswanya melakukan aksi coret seragam dan kompoi kendaraan namun kita harus telusuri dulu siswa yang melakukan aksi coret seragam dan konvoi kendaraan di jalan tetsebut berasal dari sekolah mana saja. Setelah terbukti, maka kaseknya akan kita panggil,” tegasnya.

Terkait waktu pengumuman kelulusan senidri, Erlina menjelaskan, hasil UN tahun 2018 baik siswa SMA maupun SMK akan diberikan pada tanggal 3 Mei 2018. Waktu pengumuman tersebut merupakan revisi dari pemerintah yang sebelummya terjadwal akan diumumkan pada tanggal 2 Mei 2018.

“Kita sangat menyayangkan siswa SMA dan SMK di Sumsel masih melakukan aksi coret seragam dan kompoi kendaraan untuk merayakan kelulusan. Padahal banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat,” ucapnya.

Erlina menambahkan, aksi coret seragam dan kompoi kendaraan yang berpotensi menyebabkan kemacetan tersebut tidak harusnya terjadi lagi. Dia menjelaskan, saat ini hasil UN bukanlah penentu kelulusan lagi sehingga perilaku coret dan konvoi kendaraan tersebut tidak perlu dilakukan.

Kendati demikian, coret seragam dan kompoi saat ini sudah menjadi budaya siswa di Indonesia dan di Sumsel yang sulit untuk ditinggalkan hingga saat ini. “Peranan dari semua pihak tentu diperlukan, baik dari Disdik Sumsel, kesek dan orang tua siswa serta masyarakat. Jangan sampai dibiarkan. Kalau memang konvoi liar mengganggu dan meresahkan masyarakat, apalagi kebut-kebutan dijalan silagkan pihak berwajib menertibkannya,” pungkasnya.

Reporter : Hasan Basri

Editor : Mella

Leave A Reply

Your email address will not be published.