Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Kadisdik Sumsel : Kekurangan Guru Meningkat Setiap Tahunnya

0 126

PALEMBANG, rakyatrepublika.com-

Pasca moratorium Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk guru beberapa tahun lalu, angka kekurangan guru semakin meningkat setiap tahunnya. Termasuk persoalan krisis guru di seluruh wilayah provinsi Sumatera Selatan sangat memprihatinkan.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo MPd ketika dibincangi diruang kerjanya.

“Untuk di jenjang SMA sederajat sendiri, tahun ini ada 2.3 ribu guru dari total sekitar 13 ribu guru yang akan pensiun. Angkanya meningkat menjadi seribu guru dari angka sebelumnya yang hanya 17 ribu saja,” ujarnya, Rabu (28/2/2018).

Berdasarkan data yang diterima, Widodo mengatakan jika puncak kekurangan guru memang terjadi pada tahun ini baik itu alasan pensiun maupun meninggal dunia. Adapun rentang waktu yang akan terjadi pensiun besar-besaran yakni dari bulan Februari dan November nanti. “Artinya memang banyak guru yang lahir pada bulan-bulan itu, bahkan untuk batas pensiun guru disaay usia mereka 60 tahun,” ujarnya.

Sedangkan krisis guru ini sendiri banyak terjadi di daerah seperti kabupaten OKU, OKI, Muara Enim dan Banyuasin. Bahkan ada sekolah yang tidak memiliki guru PNS, dan hanya kepala sekolahnya saja yang PNS. “Biasanya ini terjadi pada sekolah baru, dimana gedung dan fasilitas maupun siswa sudah ada tapi gurunya kurang. Akhirnya mereka memanfaatkan guru honor,” terangnya.

Menurutnya, satu-satunya solusi untuk menghadapi fenomena krisis guru ini adalah dengan memberdayakan tenaga guru honor. Tentu saja pihaknya sudah mendesak dan memberi usulan ke komisi V untuk menambah intensif mereka.

“Kita juga mengusulkan jika menambah tunjangan guru PNS yang mau dimutasi dari kota ke daerah. Selama ini kebanyakan guru mau mutasi dari daerah ke kota, akhirnya numpuk di kota semua guru. Dengan adanya penambahan tunjangan diharapkan mereka mau pindah ke daerah,” ungkapnya.

Bukan hanya kekurangan guru saja yang menjadi persoalan saat ini, Bahkan di lingkungan kantor Dinas Pendidikan Sumsel sendiri pun juga ada pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Pihaknya pun bingung karena yang akan pensiun ini mempunyai tugas jabatan dan tupoksi penting di tubuh Dinas Pendidikan Sumsel.

“Kita mau menarik pegawai dari sekolah nggak mungkin, sementara sekolah saja defisit guru. Sedangkan syarat pegawai yang punya jabatan di kantor kita itu harus PNS,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN I Palembang, Nasrul, SPd, MM mengatakan bahwa dilingkungan sekolahnya bakal ada guru yang akam pensiun berkisar 25 guru.

“Mereka yang mau pensiun ini memang sudah mencapai batas usia 60, dan memegang mata pelajaran penting seperti Matematika, Bahasa Indonseia dan lainnya. Saat ini kita masih berdayakan guru honor guna untuk menutupi kekurangan guru yang ada di sekolahnya,” pungkasnya.

Reporter : Hasan Basri
Editor     : Arman

Leave A Reply

Your email address will not be published.