Mengungkap Fakta Dibalik Berita

OASE KK Lakukan Gerakan Penanaman Mangrove

0 11

BANYUASIN, rakyatrepublika.com – Gerakan Penanaman Serentak Mangrove untuk mitigasi bencana dilaksanakan secara serentak pada 9 Juli 2019. Kegiatan in Hbi dilakukan secara bersamaan di 12 Provinsi yang diinisiasi ibu-ibu Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK).

Dengan tema ‘Penanaman Mangrove Untuk Pemulihan DAS dan Mitigasi Perubahan Iklim’. Gerakan ini dipusatkan di kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

Untuk di Sumatera Selatan sendiri, penanaman Mangrove dilaksanakan secara simbolis di Desa Sungsang Kabupaten Banyuasin atau tepatnya di Pelabuhan Tanjung Api-api yang dilaksanakan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Hj Febrita Lucia Beserta Jajarannya.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Anggota FORKOMPIMDA Provinsi Sumsel, Kepala OPD lingkup Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Banyuasin, Kepala UPT Kementerian LHK Provinsi Sumatera Selatan, Pengurus dan anggota PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, Persit, PIA ArdhyaGarini, Jalasenatri, Dharmayukti Karini Provinsi Sumsel dan masyarakat.

” Dengan kekayaan manfaat dari ekosistwm mangrove ini maka sudah sepatutnya ekosistem mangrove ini harus dijaga kelestariannya. Kegiatan penanaman serentak mangrove ini midah-mudahan akan menginspirasi masyarakat, pemerintah daerah serta pemeeintah pusat untuk terus menjaga dan memeliharan serta memulihkan mangrove,” ujar Ibu Negara RI Iriana Jokowi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru.

Di Sumsel, penanaman Mangrove ini dilakukan Ketua TP PKK bersama anggotan Forkompimda Provinsi Sumsel, Kepala OPD lingkup Provinsi Sumsel dan Kabupaten Banyuasin, Kepala UPT Kementerian LHK Provinsi Sumsel, pengurus dan anggota PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, Persit , PIA, ArdhyaGarini, Jalasenatri, Dharmayukti Karini Sumsel dan masyarakat.

Sebanyak 5000 bibit pohon mangrove ditanam di sejumlah titik di sekitar pelabuhan penyeberangan TAA. Selain penanaman bibit mangrove dari spesies Rhizopora Stylosa, dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan bibit produktif dan penyerahan bantuan bor bipori dari Ketua TP PKK. Bibit produktif tersebut diantaranya mangga, rambutan, jambu, sawo untuk menghasilkan buah yang lebat bagi masyarakat.

“Kegiatan penanaman mangrove ini sangat baik dan positif sekali. Walaupun Sumsel tidak memiliki pantai tapi ini bisa kita tanam di pesisir sungai yang banyak di Palembang. Karena manfaatnya banyak sekali saya ingin agenda seperti ini menjadi kegiatan penanaman rutin dalam kegiatan PKK di seluruh kabupaten kota se Sumsel,” jelasnya.

Untuk menggalakkan kepedulian melestarikan mangrove, penanamannya akan diagendakam khusus pada peringatan-peringatan hari besar perempuan seperti hari Kartini, hari Ibu dan lainnya sehingga penanaman mangrove lebih berkelanjutan. Tidak terbatas pada pesisir sungai saja, tapi juga di sepanjang jalan dalam kota kabupaten.

“Di Sumsel inikan banyak sungai, hari ini kita tanam dari sepanjang pesisir ini sampa hulu nya. Kedepan kita tentu bisa bekerjasama dengan BPDAS agar perempuan-perempuan di Sumsel ikut menanam mangrove,” imbuh Feby.

Ditambahkan Febrita, kegiatan penanaman pohon dan mangrove ini sangat positif dan kedepan diagedankan secara rutin.”Tanaman mangrove ini bisa menjadi pelindung garis pantai dari abrasi dan tsunami, penyedia HHK dan HHBK, serta tempat berlindung dan berkembang biaknya berbagai jenis fauna ekosistem payau, makanya ke depan akan kita agendakan rutin” ucapnya.

Penanaman pohon di daerah pesisir menjadi salah satu Program OASE bidang Lingkungan Hijau, di mana salah satu agendanya adalah Perempuan Peduli Mangrove. Saat ini, Indonesia memiliki kurang lebih 19% dari total mangrove di dunia, yaitu 3,48 juta hektar, terdiri dari kondisi mangrove baik seluas 1,67 juta hektar, dan kondisi mangrove rusak 1,81 juta hektar.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumsel, Edward Chandra mengatakan tanaman mangrove diketahui memiliki banyak sekali manfaat yakni sebagai penyerap polutan, pencegah intrusi air laut, penelitian dan pendidikan, penyimpan karbon, wisata alam, pelindung garis pantai dari abrasi dan tsunami hingga menjadi tempat berlindung dan berkembangbiaknya berbagai jenis fauna ekosistem payau.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Musi, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel, Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel dan Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Musi.

Selain dilakukan penanaman bibit mangrove dari spesies Rhizopora stylosa, kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan bibit produktif dan penyerahan bantuan bor biopori dari Ketua Tim Penggerak PPK Provinsi Sumsel kepada Masyarakat.

Bibit produktif yang akan dibagikan yaitu adalah Mangga (Mangifera indica), Rambutan (Nephelium lappaceum), Jambu (Psidium guajava), Sawo (Manilkara zapota) dan lain lain; harapannya bibit produktif ini akan menghasilkan buah yang lebat untuk masyarakat.(Ril/Mella)

Leave A Reply

Your email address will not be published.