Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Pemerintah Agar Dapat Menanggulangi Kekurangan Tenaga Pengajar

0 121

PALEMBANG, rakyatrepublika.com
Menanggapi adanya kekurangan tenaga pengajar bidang pendidikan yang ada di wilayah Sumsel, akhirnya Ketua PGRI Sumsel H Ahmad Zulinto, S.Pd.MM melalui Seketaris PGRI Sumsel Drs. H. Lukman Haris, M.Si ini langsung angkat bicara dimana pemerintah harus dapat menanggulangi adanya kekurangan guru di Tingkat Sekolah Dasar.

“Saat ini sekolah sedang darurat kekurangan guru, soalnya setiap bulan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik di SD, SMP, SMA/SMK banyak memasuki masa pensiun, namun kekurang tersebut paling banyak di tingkat SD. Tentu saja persoalan tersebut jangan sampai tidak ditanggapi oleh pemerintah,” katanya.

Lanjut Haris, organisasi PGRI sendiri sebagai naungan para guru. Takutnya bila pemerintah khususnya di Kemenpan dan Kemendikbud tidak bisa membuka CPNS, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Ya, tidak menutup kemungkinan jika pemerintah tidak memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekolah, mereka akan melakukan mogok sekolah. Kita lihat saja gaji untuk guru honorer berkisar Rp 250.000 sampai Rp 500.000 perbulannya, sebab sekolah tidak memiliki anggaran besar dalam gaji guru honorer tersebut,” katanya.

Ia pun menyampaikan dimana PGRI Sumsel mewakili nasib dari ribuan guru honorer, agar secepatnya segera mengesahkan penerimaan. “Kami khawatirkan jika semua sekolah kekurangan guru, Tentu saja sekolah akan menjadi beban, dan juga bagi guru honorer yang mengabdi puluhan tahun berharap untuk segera diangkat,” pungkasnya.

Reporter : Hasan Basri
Editor   : Arman
Posting  : Angga

Leave A Reply

Your email address will not be published.