Mengungkap Fakta Dibalik Berita

95 Warga Binaan Kodim 0418 Palembang Megikuti Skrining Katarak

0 69

PALEMBANG, rakyatrepublika.com-
Dalam rangka upaya percepatan eliminasi kebutaan akibat katarak tahun 2017. Sebanyak 95 warga Binaan Kodim 0418 Palembang mayoritas berusia diatas 60 tahun ini megikuti skrining katarak di rumah sakit dr AK Gani Kesdam II Sriwijaya Palembang, Jumat (24/11/2017).

Pelaksanaan operasi katarak tersebut diselenggarakan atas kerjasama Kemenkes RI, TNI AD dan Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia). Untuk calon pasien ini sudah melalui penjaringan yang dilakukan beberapa hari yang lalu, kemudian mengikuti pemeriksaan kesehatan terakhir di RS dr AK Gani. Pasien yang memenuhi syarat akan menjalani operasi.

Kegiatan yang dilaksanakan tersebut ditinjau langsung oleh Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto SSos didampingi Asintel dan Aster Kasdam II Swj, Danpomdam II Swj, Kakesdam II Swj, Karumkit dr AK Gani, Dandim 0418 Palembang Letkol Inf Romas Herlandes SE MSi., MM Pabandya Bakti Sterdam IISwj, Pasi Bakti Siterrem 044 Gapo, para Pasi dan Danramil jajaran Kodim 0418 Palembang sertaBabinsa.

“Skrining tersebut merupakan tahapan yang harus dijalani oleh calon pasien apakah yang bersangkutan menderita katarak atau penyakit lainnya, karena setelah dilakukan skrining dari 95 orang calon pasien tersebut tidak semuanya dinyatakan katarak, bisa diakibatkan oleh penyakit mata yang lain seperti  daging tumbuh,” ujar Karumkit Kolonel Ckm dr Ismi Purnawan SP JP MARS.

Salah satu calon pasien katarak M Yahya Hatimi (68) warga kelurahan Talang Semut kecamatan Bukit Kecil ini menyebutkan dimana dirinya sering merasa pusing dan matanya terasa gelap. “Sakit yang saya alami sejak 3 tahun yang lalu dan berkeinginan mengikuti operasi.

Hal yang sama juga dikatakan Abdullah (72) warga kelurahan Pulo Kerto kecamatan Gandus Palembang mengatakan bahwa mata yang sebelah kanan sudah tidak dapat melihat sama sekali sedangkan yang sebelah kiri hanya sedikit pudar. (ril)

Leave A Reply

Your email address will not be published.