Mengungkap Fakta Dibalik Berita

PT MEP Penyedia Listrik di Muba Bakal di Demo GANASPATI

0 7

MUBA,RakyatRepoblika.com – Program mulya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang menggratiskan tagihan listrik selama tiga bulan bagi pelanggan MEP KWH RI 900 VA dan S2 900 VA, guna meringankan perekonomian masyarakat Muba ditengah maraknya wabah Virus Corona Diseanse (Covid-19).

Diduga Tercoreng atau rusak gara-gara pelayanan pihak PT. Muba Elektric Power (MEP) itu sendiri. Pasalnya sejak Pemkab Muba menerpakan program gratis, listrik yang dikelola perusahaan tersebut kerap mengalami pemadaman bahkan lebih parah lagi dari sebelumnya.

Prihal ini menimbulkan kerugian dan keresahan bagi masyarakat pelanggan terutama bagi anak-anak Sekolah yang saat ini tengah menimbah ilmu secara online khususnya diwilaya Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Muba dan sekitarnya.

Selain itu, warga Plakat Tunggi juga akan menggelar aksi dan menuntut agar listrik yang dikelolah PT. MEP dikembalikan ke pihak PLN, lantaran listrik diwilaya itu baru-baru ini, perna menyala hanya lebih kurang tiga jam dalam sehari-semalam.

Zulkarnain (55) warga Desa Rimba Ukur, Kecamatan Sekayu mengungkapkan, bahwa selama gratis listrik dijalur Plakat Tinggi menyalanya tidak normal.

“Kami pelanggan MEP sangat kecewa dengan pelayanan PT.MEP. Karena selama digratiskan listrik kerap mengalami pemadaman dan perna dalam sehari semalam paling lebih-kurang tiga jam menyala.

Bahkan pada malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Adha, kami sempat gelap gulita akibat listrik padam. Disini saya berharap kepada instansi terkait untuk mencarikan solusi agar listrik jalur Plakat Tinggi dapat menyala secara normal ” Harap dia.

Terpisah, Teti (27) salah-satu pedagang kecil asal Desa Air Putih Uluh, Kecamatan Plakat Tinggi mengaku, bahwa listrik kerap mengalami pemadaman itu menimbulkan kerugian bagi masyarakat terutama para pedagang kecil.

“Ketika Kulkas tidak berfungsi, batu es tidak beku, Pentol, ikan, daging ayam bisa busuk. Belum lagi urusan rumah tangga seperti mencuci dan memasak, kami ibu-ibu kesulitan karena air ledeng tidak mengalir disaat mati lampu,”Keluhnya.

Sementara Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Plakat Tinggi (GANASPATI)  Yusuf Efendi, mengatakan bahwa Senin (3/8/2020) besok GANASPATI akan menggelar aksi didepan kantor Bupati dan DPRD Muba.

“Makasih kak,  kami juga minta sampaikan juga ke kawan-kawan media bahwa besok liputan aksi kami didepan kantor bupati dan DPRD Muba.”pintanya.

Dijelaskannya, dalam aksi tersebut, GANASPATI menuntut Jaringan listrik yang dikelolah PT. MEP agar dikembalikan ke pihak PLN. GANASPATI Dan juga selama proses pemindahan pihaknya meminta agar listrik dihidupkan selama 24 jam Nonstop.

“Nantinya  kami juga mendesak DPRD Muba untuk segera menindaklanjuti tuntutan kami dengan cara membentuk pansus dan melibatkan unsur masyarakat plakat tinggi.

Kami juga berpatokan dengan undang-undang perlindungan konsumen. Karena dalam Pasal 29 junto E tentang perlindungan konsumen itu dijelaskan, biasa mendapatkan ganti rugi.

Oleh karena itu, kami menuntu ganti rugi atas pemadaman sepihak, termasuk ganti rugi atas kerusakan barang elektronik rumah tangga.”Ujar Yusuf Epedi melalui via WhatsAppnya.

Rencana aksi tersebut juga dibenarkan oleh Satria Vicky Pratama selaku koordinator lapangan GANASPATI saat dibingcangi Sumsel post dikediamannya tadi pagi.

“Kalau dalam surat pemeberiatauan massa kurang lebih 300 orang, tapi kemungkinan yang berangkat bisa lebih dari itu. Karena masyarakat disini sudah banyak yang terlanjur kecewa dengan pelayanan.”Ujarnya.

Vicky juga menjelaskan,bahwa sebelumnya perwakilan dari 15 desa di Kecamatan Plakat Tinggi telah melakukan Audensi dengan Bupati dan DPRD Muba, tapi hingga kini belum ada tanggapan.

“Dengan listrik kerap mengalami pemadaman ekonomi masyarakat bisa hancur yang jelas mengalami kerugian materi, seperti  UKM UKM kecil banyak ngeluh, gara-gara kulkas tidak dapat berfungsi, terutama anak anak sekolah yang sekarang sedang belajar secara online kesulitan, baik itu signal, ngcas batry, termasuk  para guru tak bisa ngirim tugas ke siswanya.”Jelas dia.

Ia juga mengatakan bahwa listrik yang kerap hidup padam itu, juga kerap menimbulkan  kerusakan pada barang elektronic.

“Dalam aksi besok kami bawa barang elektronik yang rusak akibat lampu kerap padam tersebut.”Tegasnya.

Hanya sayangnya ketika dikonfirmasi ke No 0812-7111-xxxx hingga berita ini diturunkan, belum juga mendapat tanggapan dari Direktur PT.MEP.

(Ul)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.