Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Ratusan Massa Datangi Polda Sumsel Terkait Dugaan Ijazah Aspal Kandidat Wakil Gubenur Sumsel

0 156

PALEMBANG, rakyatrepublika.com-

Ratusan massa yang terdiri dari LSM KAPAKKN (Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) Sumsel, Jumat (22/6/2018) mendatangi Mapolda Sumsel untuk menuntut agar pihak kepolisian Mapolda Sumsel mengusut kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan calon wakil Gubernur Sumsel berinisial MY.

Koordinator Aksi demo, Aminullah mengatakan kalau ijazah yang dikeluarkan oleh STM Pertambangan Palembang pada tahun 1977 yaitu STTB VI Cm nomor 1489 diduga merupakan ijazah aspal alias asli tapi palsu.

“Untuk itulah kami meminta agar jajaran Mapolda Sumsel memeriksa MY yang merupakan pemilik dan pengguna ijazah aspal, karena apa yang dilakukan MY jelas-jelas merupakan tidak pidana dan aparat penegak hukum harus memeriksa MY,” ujarnya.

Menurut Aminullah, pada tahun 2004 kasus ijazah palsu ini pernah dilaporkan ke Mapolda Sumsel oleh Syahril Anwar dan Helmansyah. Keduanya merupakan alumni SMK Pertambangan Palembang, namun kasus tersebut di SP3 kan oleh pihak kepolisian.

“Maka dari itu kami mendesak Pak Kapolda Sumsel agar mencabut laporan tersebut karena ada bukti baru terkait kepemilikan ijazah palsu yang dimaksud,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Urusan Monitor Bidang Humas Polda Sumsel Kompol Suparlan yang menemui para pendemo saat dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan massa LSM KAPAKKN kepada Kapolda Sumsel terkait dugaan ijazah palsu yang dimiliki oleh salah satu kandidat wakil Gubernur Sumsel.

” Semua data yang diberikan kepada kita tentunya diterima, untuk kemudian kita mengecek dulu kebenaran atau valid tidaknya data tersebut. Kalau nantinya memang ada unsur pidana akan kita proses, namun bila tidak terbukti atau tidak mengandung unsur pidana, ya tentu saja kita tidak dapat memprosesnya,” pungkasnya.

Terpisah, Koordinator Media Center HDMY Alfrenzi Panggarbesi saat dikonfirmasi mengatakan kalau aksi yang dilakukan para pendemo bertujuan untuk menurunkan reputasi HDMY.” Karena berdasarkan hasil survey, HDMY sampai saat ini menduduki peringkat pertama dari tiga kandidat lainnya,” ujarnya.

Ditambahkan Alfrenzi Panggarbesi, MY sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Ogan Ilir dan selama dua periode sebagai anggota DPRD. ” Dan selama menduduki jabatan tersebut MY selalu menggunakan ijazah disebut- sebut adalah ijazah aspal, jadi jelas sudah kalau apa yang disampaikan pendemo adalah kebohongan besar, ini tak lebih dari kampanye hitam dari lawan politik HDMY,” jelasnya.

Tim pemenangan HDMY, ujar Alfrenzi Panggarbesi lagi, tidak akan terpancing dengan tindakan yang dilakukan lawan politik.” Biarkan saja mereka mau melakukan apa, yang pasti kami sekarang fokus pada pemenangan HDMY sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel,” tegasnya. (Mella)

Leave A Reply

Your email address will not be published.