Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Libatkan P2TP2A KPAI Sumsel, SMP Karya Ibu Cegah Kasus Bullying

0

PALEMBANG, rakyatrepublika.com-
Kasus bullying yang terjadi di Indonesia semakin parah saja. Para pelaku melancarkan aksi bullying tidak kenal malu akan aksi mereka terekam video. Apalagi aksi bullying ini dilakukan oleh sesama siswa sehingga membuat resah sejumlah tenaga pengajar dan orangtua. Menindaklanjuti hal tersebut, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Karya Ibu Palembang mengedukasi siswanya tentang tindakan pencegah dan pelaporan terhadap bullying.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak P2TP2A KPAI Sumsel, Milda Santi mengatakan, fungsi sosialisasi pelayanan terpadu sebagai langkah antisipasi kekerasan pada anak terutama di sekolah. Jika terjadi, siswa dihimbau untuk mengadu sehingga bisa ditindaklanjuti ke tahapan mediasi oleh P2TP2A.

“Kasus kekerasan anak masih terbilang tinggi, kekerasan fisik dan seksual masih tertinggi. Dan faktor utamanya yakni perlakuan yang ia alami di lingkungan sekolah dan apa yang ia lihat di media sosial sehingga ia praktikkan di sekolah,” ujarnya, seusai sosialisasi pencegahan tindak bullying di SMP Karya Ibu Palembang, Kamis (14/12).

Sementara itu, Kepala SMP Karya Ibu Palembang Muhammad Ali mengatakan, seperti yang kita ketahui saat ini sudah banyak sekali aksi bullying baik yang terskpose maupun tidak terekspose di media sosial. Ini merupakan tindakan yang tidak perlu dicontoh dan harus dihindari.

“Siswa kita akan diberikan arahan agar tidak melakukan kekerasan. Bagi siswa yang menjadi korban, ataupun ada yang melihat kita himbau untuk melaporkan ke pihak sekolah secepat mungkin,” katanya.

Dijelaskannya, dalam sosialisasi tersebut pihaknya melibatkan Pusat Pelayanannya Terpadu Perbedaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Komisi Perlindungan Anak Indonesian (KPAI) Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk memberikan informasi terkait kasus kekerasan terhadap anak.

“Antisipasi sudah kita lakukan baik melalui guru Bimbingan Konseling (BK) maupun kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Namun adanya sosialisasi diharapkan siswa-siswi lebih mengerti dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang baik itu perilaku kekerasan secara fisik maupun psikis,” pungkasnya.

Reporter : Hasan Basri
Editor   : Arman
Posting  : Angga

Leave A Reply

Your email address will not be published.