OKI, RakyatRepublika – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh dunia pendidikan madrasah di Sumatera Selatan. Melalui program unggulan KATULISTIWA (Karya Tulis Ilmiah Siswa), belasan murid Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Ogan Komering Ilir (OKI) sukses mengantarkan karya tulis ilmiah mereka terbit di berbagai Jurnal Ilmiah berkaliber nasional yang terakreditasi SINTA (Science and Technology Index).
Sepanjang periode pembinaan tahun 2025 hingga 2026, tercatat ada 19 artikel ilmiah karya murid MAN IC OKI yang berhasil menembus jurnal nasional bergengsi, meliputi satu artikel di SINTA 2, tiga artikel di SINTA 3, serta 15 artikel di SINTA 4.
Capaian gemilang ini menegaskan bahwa madrasah kini tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan dan akademik konvensional, tetapi juga menjelajah garis depan budaya riset, sains, teknologi, hingga inovasi digital berstandar publikasi ilmiah.
Inovasi Lintas Disiplin: Dari Energi Terbarukan hingga Virtual Reality
Ragam riset yang dihasilkan oleh para peneliti muda MAN IC OKI ini sangat luas dan solutif, mencakup bidang teknologi canggih, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), kesehatan, lingkungan, pangan, hingga sosial budaya.
Salah satu karya paling menonjol datang dari Assyifa Mourlina Faraquinnsha yang artikelnya berjudul Modeling and Forecasting Piezoelectric Energy Harvesting Using Deep LSTM–ANN Architectures sukses diterbitkan di EMITTER International Journal of Engineering Technology (Jurnal SINTA 2).
Riset ini mengembangkan model gabungan Long Short-Term Memory (LSTM) dan Artificial Neural Network (ANN) untuk memprediksi keluaran energi dari pemanen energi piezoelektrik.
Tidak kalah menarik, inovasi berbasis teknologi Virtual Reality (VR) dan pendidikan kesehatan turut menghiasi daftar publikasi bergengsi ini.
Di antaranya adalah artikel berjudul BATIK IMMERSION: Development of a Virtual Reality-Based Batik Literacy Media for Strengthening Cultural Literacy and Moral Values (SINTA 4) serta Development of Virtual Reality-Based Diabetes Education Media Through the Integration of the Hifdz An-Nafs Perspective (SINTA 3) yang memadukan teknologi modern dengan nilai-nilai perlindungan jiwa dalam Islam.
Selain itu, riset murid MAN IC OKI juga mengeksplorasi sistem deteksi kebocoran gas, robot pemadam kebakaran berbasis IoT (Internet of Things), pemanfaatan limbah organik dan senyawa flavonoid, hingga kajian sosiokultural mengenai tradisi lokal masyarakat Komering.
Kepala MAN IC OKI, Komariah Hawa, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi madrasah dalam membangun ekosistem riset yang sistematis melalui program KATULISTIWA. Program ini dirancang mendampingi perjalanan belajar murid selama tiga tahun penuh.
“Katulistiwa jadi program unggulan MAN IC OKI untuk mengorbitkan penulis pemula yang kritis dan berkualitas. Fokus kami adalah membiasakan murid menulis, sehingga riset ini tidak berhenti di meja kelas, melainkan menjadi portofolio yang kuat untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN),” ujar Komariah Hawa, Rabu (21/10/2026).
Pada fase awal di kelas X, murid dibimbing menyusun proposal penelitian. Memasuki kelas XI, mereka terjun langsung melakukan riset dan menghadapi ujian komprehensif karya tulis ilmiah.
Selanjutnya di kelas XII, para murid diarahkan untuk mendiseminasikan hasil risetnya melalui kompetisi, seminar ilmiah, hingga publikasi pada jurnal terakreditasi SINTA.
Pendampingan Ketat: Dua Guru dan Kolaborasi Kampus Ternama
Mutu riset yang dihasilkan para siswa tidak lepas dari pola pendampingan yang intensif. Setiap murid didampingi langsung oleh dua orang guru dengan kepakaran spesifik untuk memastikan kedalaman substansi dan tata tulis ilmiah yang prima.
Pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR), Afryansyah, menjelaskan bahwa pembinaan ini diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga bimbingan khusus.
“Target kami, murid mampu menuangkan ide dan gagasannya secara sistematis. Dengan pembiasaan ini, ketika nanti mereka menginjakkan kaki di kampus, mereka sudah terbiasa dan menjadi andalan dalam hal penulisan ilmiah,” jelas Afryansyah.
Penguatan ekosistem riset ini turut diperluas melalui kolaborasi pelatihan dan penelitian bersama para akademisi serta dosen dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sriwijaya (Unsri), dan UIN Raden Fatah Palembang.
Bagi para siswa, pengalaman meneliti sejak bangku madrasah memberikan nilai tambah yang luar biasa. Siti Syarah, salah satu murid yang terlibat dalam publikasi ilmiah SINTA, mengaku termotivasi untuk terus mendalami dunia riset.
“Minat saya semakin meningkat karena tahu manfaat besarnya. MAN IC OKI sangat mendukung kami untuk masuk lebih awal dalam dunia riset sebelum melangkah ke perguruan tinggi,” ungkap Siti Syarah.
Melalui konsistensi program KATULISTIWA, MAN IC OKI membuktikan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi intelektual muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjadi pionir inovasi ilmu pengetahuan bagi masa depan bangsa. (jf)






