RakyatRepublika – Bersin merupakan refleks alami tubuh untuk membersihkan hidung dari lendir, virus, debu, dan berbagai iritan. Ketika partikel tersebut mengganggu lapisan hidung, saraf di dalam hidung mengirimkan sinyal ke otak. Tubuh kemudian menarik napas dan mengeluarkannya dengan tekanan tinggi melalui hidung serta mulut. Mekanisme ini membantu mengeluarkan zat yang mengganggu, tetapi dapat terjadi berulang kali apabila sumber iritasi masih ada.
Pada saat flu, virus menginfeksi saluran pernapasan dan memicu peradangan pada lapisan hidung. Jaringan tersebut dapat membengkak, terasa lebih sensitif, dan menghasilkan lendir dalam jumlah lebih banyak. Lendir serta pembengkakan ini merangsang saraf hidung sehingga bersin terus-menerus atau muncul dalam beberapa kali berturut-turut. Kondisi tersebut umumnya juga disertai hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, batuk, tubuh terasa lelah, dan kadang-kadang demam.
Bersin karena flu perlu dibedakan dari bersin akibat alergi. Pada alergi, keluhan biasanya berulang ketika seseorang terpapar pemicu tertentu, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau tungau. Gejala yang lebih menonjol dapat berupa mata gatal dan berair, hidung gatal, serta bersin berulang tanpa demam. Flu dapat berlangsung selama beberapa hari dan sering disertai gejala umum infeksi, sedangkan alergi cenderung muncul selama paparan pemicu berlanjut. Memahami penyebab bersin membantu menentukan penanganan yang sesuai di rumah dan mencegah penggunaan obat secara tidak tepat. Antibiotik tidak bermanfaat untuk flu karena sebagian besar kasus disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Obat tersebut hanya digunakan apabila dokter menemukan infeksi bakteri yang memerlukan terapi khusus.
Bersin berulang saat flu umumnya terjadi karena lapisan hidung mengalami iritasi akibat lendir, virus, atau udara yang terlalu kering. Perawatan mandiri dapat membantu mengurangi pemicunya, meskipun tidak menggantikan pemeriksaan medis bila keluhan memburuk. Mulailah dengan beristirahat cukup agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri. Minumlah air putih secara teratur, atau pilih cairan hangat seperti air lemon dan kaldu. Asupan cairan membantu menjaga hidrasi serta membuat lendir lebih encer sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Semprotan atau bilasan hidung dengan larutan saline steril dapat digunakan untuk membersihkan lendir dan mengurangi sensasi menggelitik di dalam hidung. Pastikan larutan yang dipakai memang steril dan ikuti petunjuk pada kemasan. Jika menyiapkan larutan sendiri untuk alat bilas, gunakan air steril, air suling, atau air yang telah direbus lalu didinginkan. Jangan memakai air keran langsung. Setelah digunakan, cuci alat sesuai petunjuk, keringkan sepenuhnya, dan jangan berbagi alat dengan orang lain untuk mencegah kontaminasi.
Udara lembap juga dapat membantu menenangkan saluran hidung yang kering. Gunakan humidifier yang bersih dan rawat secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur atau bakteri. Bukalah jendela secara berkala untuk menjaga ventilasi, tetapi hindari paparan udara yang terlalu dingin. Asap rokok, debu, parfum menyengat, dan produk pembersih beraroma kuat sebaiknya dijauhkan karena dapat memperparah iritasi serta memicu bersin.
Saat bersin, tutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau lipatan siku, bukan telapak tangan. Buang tisu segera, kemudian cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hindari menahan bersin terlalu keras karena tekanan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada telinga atau sinus. Bila bersin disertai sesak napas, demam tinggi berkepanjangan, nyeri wajah berat, atau tidak membaik setelah beberapa hari, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.
Obat bebas dapat membantu meredakan sebagian gejala flu, termasuk bersin berulang, hidung tersumbat, atau pilek. Namun, obat tersebut tidak membunuh virus penyebab flu dan tidak membuat infeksi hilang seketika. Pada banyak kasus, semprotan atau tetes hidung saline dapat menjadi pilihan awal karena membantu melembapkan rongga hidung dan mengencerkan lendir. Produk ini umumnya digunakan sesuai petunjuk kemasan dan dapat dipertimbangkan sebelum memakai obat lain.
Jika keluhan hidung sangat mengganggu, antihistamin atau dekongestan mungkin dapat digunakan sesuai aturan pada kemasan atau saran tenaga kesehatan. Antihistamin dapat membantu mengurangi bersin dan hidung berair, sedangkan dekongestan berfungsi meredakan sumbatan. Semprotan dekongestan tertentu tidak boleh dipakai terlalu lama, karena penggunaan berlebihan dapat menyebabkan hidung kembali, bahkan semakin, tersumbat. Perhatikan batas lama pemakaian yang tercantum pada kemasan.
Hindari menggabungkan beberapa obat flu tanpa memeriksa kandungan aktifnya. Sejumlah produk berbeda dapat mengandung bahan yang sama, sehingga pengguna berisiko mengalami dosis berlebihan. Konsultasikan pilihan obat kepada apoteker atau dokter jika sedang hamil atau menyusui, memiliki hipertensi, penyakit jantung, glaukoma, gangguan prostat, penyakit ginjal, atau mengonsumsi obat lain. Kondisi tersebut dapat memengaruhi keamanan obat tertentu.
Jangan memberikan obat dewasa kepada anak, meskipun gejalanya tampak serupa. Gunakan produk dan dosis yang memang sesuai usia serta berat badan anak, berdasarkan petunjuk tenaga kesehatan atau kemasan. Antibiotik juga tidak boleh digunakan tanpa resep. Obat ini tidak efektif melawan virus flu dan penggunaannya tanpa pemeriksaan dapat menimbulkan efek samping serta meningkatkan risiko resistansi antibiotik. Bila ragu memilih obat, mintalah penjelasan apoteker atau dokter agar penanganan bersin dilakukan secara aman.
Bersin akibat flu umumnya membaik secara bertahap ketika infeksi mereda. Pada banyak orang, keluhan berkurang dalam beberapa hari dan pulih dalam sekitar satu hingga dua minggu. Namun, durasinya dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi tubuh, jenis virus, usia, serta adanya penyakit penyerta. Istirahat cukup, minum air secara teratur, dan menjaga kelembapan udara dapat membantu proses pemulihan di rumah.
Segera cari pertolongan medis apabila flu disertai sesak napas, nyeri dada, bibir atau wajah tampak kebiruan, kebingungan, sulit dibangunkan, atau tanda dehidrasi berat seperti sangat jarang buang air kecil dan tubuh amat lemas. Demam tinggi yang menetap juga perlu mendapat perhatian, terutama jika tidak membaik setelah perawatan mandiri atau disertai penurunan kondisi secara cepat.
Pemeriksaan dokter dianjurkan apabila gejala memburuk setelah sempat membaik, berlangsung lebih lama dari perkiraan, atau bersin terus-menerus disertai nyeri wajah yang berat. Lendir hidung yang berdarah atau berbau tidak sedap, sakit telinga, dan demam pada bayi atau anak kecil juga merupakan alasan untuk berkonsultasi. Dokter dapat menilai apakah keluhan masih sesuai dengan flu atau berkaitan dengan infeksi lain, seperti sinusitis atau infeksi telinga.
Perhatian lebih diperlukan pada bayi, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki asma, penyakit paru kronis, gangguan kekebalan tubuh, diabetes, penyakit jantung, atau kondisi kronis lainnya. Kelompok tersebut dapat mengalami komplikasi atau memburuk lebih cepat, sehingga sebaiknya berkonsultasi lebih awal dan tidak hanya mengandalkan pengobatan mandiri.
Selama sakit, kurangi risiko penularan dengan mencuci tangan memakai sabun, menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Gunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, buang tisu dengan benar, dan hindari kontak dekat untuk sementara. Langkah sederhana ini membantu melindungi keluarga serta orang lain dari penyebaran virus flu. (red**)






