PALEMBANG, RakyatRepublika – Pemerintah pusat tegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan (Sumsel) guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai memimpin Rapat Koordinasi Program Kerja Tahun Anggaran 2026 di Griya Agung, Selasa (10/2/2026).
Dalam rapat tersebut, Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru memaparkan sejumlah proyek prioritas yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Di antaranya pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat, penyelesaian Bendungan Tiga Dihaji, hingga perbaikan jalan nasional dan tol strategis.
AHY menilai Sumsel memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Potensi tersebut, menurutnya, harus ditopang oleh infrastruktur dasar dan konektivitas yang kuat.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian serius adalah Pelabuhan Tanjung Carat. Pelabuhan ini dirancang memiliki kapasitas jauh lebih besar dibandingkan Pelabuhan Boom Baru yang saat ini terkendala pendangkalan Sungai Musi.
Selama ini, komoditas unggulan Sumsel masih banyak bergantung pada pelabuhan di provinsi lain untuk ekspor. Dengan hadirnya Tanjung Carat, diharapkan Sumsel mampu mengekspor langsung komoditasnya secara mandiri dan lebih efisien.
Selain pelabuhan, AHY juga menyoroti pentingnya penanganan jalan nasional serta percepatan pengoperasian Tol Kayuagung–Palembang–Betung. Infrastruktur jalan dinilai krusial untuk menjaga kelancaran mobilitas orang dan distribusi barang.
Isu lintasan sebidang kereta api juga menjadi perhatian. Pemerintah pusat mendorong pembangunan flyover guna mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan, dan menekan biaya logistik.
Di sektor pertanian, penyelesaian Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten OKU Selatan dinilai strategis untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan. Bendungan tersebut akan memperkuat jaringan irigasi dan mendukung peningkatan indeks pertanaman.
Gubernur Herman Deru dalam kesempatan itu menegaskan bahwa penyelesaian bendungan akan berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi gabah Sumsel. Ia optimistis produksi bisa melampaui lima juta ton per tahun jika proyek tersebut rampung.
AHY memastikan bahwa pembangunan proyek-proyek tersebut akan melibatkan koordinasi lintas kementerian, mulai dari Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, hingga Kementerian ATR/BPN terkait kesiapan lahan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan visi Asta Cita dan arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan diharapkan mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (**)







