PLN UID S2JB Raih Platinum Nusantara CSR Awards 2026, Electrifying Agriculture Dorong Ketahanan Pangan

PALEMBANG, RakyatRepublika-

Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Melalui program Inovasi Electrifying Agriculture untuk Pangan Mandiri dan Berkelanjutan, PLN UID S2JB meraih Nusantara CSR Awards 2026 dengan nilai 95,05 dan peringkat Platinum Alignment pada kategori Ketahanan Ekonomi Masyarakat & Rantai Nilai, Kamis (9/4/2026)

Bacaan Lainnya

Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui proses penilaian komprehensif berbasis ESG Rating dan Corporate Economic Protection Index (CEPI). Program ini bahkan tercatat sebagai CEPI Champion Candidate, di mana setiap Rp1 investasi mampu melindungi sekitar Rp3,50 nilai ekonomi masyarakat dari potensi risiko.

Ketua La Tofi School of Social Responsibility sekaligus Ketua Dewan Forensik ESG Nusantara, La Tofi, menyampaikan bahwa penghargaan diberikan kepada program yang mampu menunjukkan keselarasan antara strategi bisnis dan dampak sosial berkelanjutan.

BACA JUGA  BEM Polsri Gelar Orasi Memperingati Hari Pahlawan

“Program Electrifying Agriculture yang dijalankan PLN UID S2JB menunjukkan keselarasan kuat antara kepentingan perusahaan dan perlindungan nilai ekonomi masyarakat. Pendekatan ini menjadi contoh bagaimana program tanggung jawab sosial dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar La Tofi.

General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan energi listrik mampu memberikan dampak nyata bagi sektor produktif masyarakat, khususnya pertanian.

“Electrifying Agriculture tidak hanya menghadirkan listrik bagi pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Program ini menjadi bukti bahwa listrik dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” ujar Adhi.

Program Electrifying Agriculture yang dilaksanakan di kawasan persawahan Talang Semut, Kabupaten Seluma, Bengkulu, menghadirkan sistem irigasi berbasis listrik yang mampu mengairi sekitar 180 hektare lahan sawah dan memberikan manfaat bagi sekitar 1.500 kepala keluarga di empat desa.

BACA JUGA  PLN UPT Palembang Hadiri Acara Kenal Pamit Dirpamobvit dan Dirpolairud Polda Sumsel

Program ini turut dirasakan langsung oleh Kelompok Tani Karya Mukti Seluma, yang mengalami peningkatan frekuensi panen dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun, sehingga produksi padi meningkat dari 88 ton menjadi 110 ton per tahun.

Selain itu, biaya operasional petani berhasil ditekan hingga 70 persen, dari sekitar Rp54 juta menjadi Rp17 juta per tahun. Peningkatan produktivitas tersebut juga berdampak pada kenaikan pendapatan petani dari Rp616 juta menjadi Rp807 juta per tahun.

Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 29,55, yang berarti setiap Rp1 investasi mampu menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi hingga Rp29,55 bagi masyarakat.

Ke depan, PLN UID S2JB berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan berbasis pemanfaatan energi listrik, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat peran sektor energi. (Mell)

Pos terkait