RakyatRepublika – Motif atau alasan perempuan sering mengenakan pakaian ketat sangat bervariasi, mulai dari faktor psikologis, tren fashion, hingga kenyamanan pribadi.
“Penggunaan pakaian ketat (bodycon, skinny jeans, atau baju berbahan elastis) umumnya merupakan kombinasi dari ekspresi diri dan preferensi gaya.
Berikut adalah beberapa motif utamanya:
1. Meningkatkan Kepercayaan Diri (Confidence Boost): Mengenakan pakaian ketat dapat membuat sebagian wanita merasa lebih menarik, berdaya (empowered), dan nyaman dengan bentuk tubuh mereka sendiri.
2. Mengikuti Tren Fashion: Banyak model pakaian modern, termasuk gaya chic, Y2K, atau streetwear, menonjolkan siluet tubuh. Pakaian ketat sering dianggap modis dan terkini.
3. Menonjolkan Lekuk Tubuh: Pakaian ketat menonjolkan lekuk tubuh, yang secara psikologis dapat membuat pemakainya merasa lebih seksi atau menarik.
4. Kenyamanan Pribadi: Bagi sebagian orang, bahan pakaian yang elastis dan menempel di tubuh justru memberikan rasa nyaman dan kebebasan bergerak, terutama pada pakaian olahraga (activewear).
5. Penyelarasan dengan Citra Diri: Pakaian ketat sering dipilih karena sesuai dengan citra diri yang diinginkan—menampilkan kesan profesional, trendi, atau sensualitas, tergantung pada situasi.
6. Mencari Perhatian (Attention): Dalam beberapa kasus, pakaian ketat dipakai untuk menarik perhatian dan merasa dihargai secara visual.
7. Kebutuhan Pekerjaan atau Situasi: Dalam konteks tertentu, pakaian pas badan (fitted clothing) dianggap lebih rapi atau sesuai dress code.
Penting untuk Dicatat:
Penggunaan pakaian ketat tidak selalu bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis, melainkan lebih sering untuk kepuasan diri sendiri dan ekspresi gaya pribadi. Namun, dari sisi kesehatan, sering mengenakan pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan ketidaknyamanan, iritasi kulit, hingga gangguan sirkulasi darah. (red**)







