Viral! Terduga Pemerkosa di Gowa Tewas Diamuk Massa, Kem4luan Dipotong

Viral! Terduga Pemerkosa di Gowa Tewas Diamuk Massa, Kem4luan Dipotong

GOWA-SULSEL, RakyatRepublika – Seorang pria bernama Ali, terduga pelaku pemerkosaan dan penganiayaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas diamuk massa pada Rabu (3/12) pagi.

Peristiwa ini terjadi di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, setelah warga yang sudah lama merasa resah akhirnya menangkap Ali.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan warga, Ali kerap melakukan tindak kriminal di kampung, mulai dari pencurian hingga dugaan pelec3han terhadap perempuan penyandang disabilitas.

Seorang warga bernama Enal, 40, mengatakan, masyarakat sudah lama mencari Ali karena sering menimbulkan keresahan.

“Hampir setiap malam warga mendapat teror. Beberapa waktu lalu, Ali sempat mencuri laptop di rumah warga bernama Dg Suriani,” ujarnya, dikutip dari Detik.com, Jumat (5/12/2025).

BACA JUGA  Terungkap! AKBP B Ternyata Jalani Hubungan Terlarang dengan Dosen Cantik Untag Semarang sejak 2020

Enal menuturkan, Ali lebih dulu diikat warga setelah tertangkap. Massa kemudian memotong kem4luannya di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba.

“Di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba dipotong kem4luannya dan di cincang-cincang,” beber Enal.

Setelah tewas dimassa, tubuh Ali diikat dan diseret menggunakan motor keliling kampung. Video aksi itu kemudian viral di media sosial.

Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Muhammad Alfian, membenarkan kejadian tersebut. “(Kejadian) di Tompobulu, kami baru mau merapat ke TKP,” katanya.

Riwayat kriminal Ali disebut panjang. Ia pernah dipenjara atas kasus pencurian dan baru bebas beberapa waktu terakhir.

Warga juga menuding Ali pernah menghamili adik tirinya sekitar 15 tahun lalu tanpa bertanggung jawab.

“Ali memang dicari warga karena kerap mengganggu. Pernah ditangkap dua tahun lalu, kemudian bebas dan kembali beraksi,” tambah Enal.

BACA JUGA  Remaja Putri di Indragiri Hulu Diperkosa 10 Remaja Bejat Berulang Kali

Camat Tompobulu, Muhammad Akbar Tola, membenarkan riwayat kelam Ali. “Mulai dari kasus asus!la hingga pencurian, semuanya pernah dilakukan. Namun sekarang situasi sudah kondusif. Ali sudah dimakamkan Kamis dini hari,” jelasnya.

Polisi menyebut peristiwa ini bermula dari dugaan pemerkosaan yang dilakukan Ali. Aparat kini memastikan kondisi di Desa Rappolemba sudah aman dan kondusif.

“Berawal dari kasus pemerkosaan,” tegas Ipda Alfian. Pemerintah daerah dan kepolisian menekankan bahwa penanganan kasus kriminal seharusnya tetap dilakukan melalui jalur hukum, bukan dengan aksi main hakim sendiri. (*)

 

Pos terkait