Stigma Sesat Pengangguran: Kepala SMKN Sumsel Bantah Lulusan SMK Beban Negara

Stigma Sesat Pengangguran: Kepala SMKN Sumsel Bantah Lulusan SMK Beban Negara
Para siswa SMK Negeri Sumsel Palembang saat menggunakan Chromebook.

PALEMBANG, RakyatRepublika — Anggapan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran dinilai tidak tepat.

Kepala SMK Negeri Sumsel (SMKN Sumsel) Drs. Zulkarnain, M.T.,menegaskan stigma tersebut lahir dari cara pandang yang sempit terhadap peran dan karakter pendidikan vokasi di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Menurut Zulkarnain, lulusan SMK justru dirancang untuk menjadi tenaga kerja terampil yang siap terjun ke dunia kerja, menciptakan usaha mandiri, bahkan bersaing di pasar kerja internasional.

“Pernyataan bahwa lulusan SMK adalah penyumbang pengangguran itu salah besar. Lulusan SMK dibekali keterampilan khusus dan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri,” ujar Zulkarnain saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026).

BACA JUGA  Mukhlisuddin : PKKM Merupakan Proses Pengumpulan Data Tentang Kualitas

Ia menjelaskan, pendidikan SMK sejak awal berorientasi pada praktik dan keahlian teknis. Para siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman kerja melalui praktik industri, magang, dan sertifikasi kompetensi. Dengan bekal tersebut, lulusan SMK memiliki lebih banyak pilihan setelah menamatkan pendidikan.

“Lulusan SMK itu siap kerja, siap usaha, bahkan siap bekerja ke luar negeri. Banyak alumni kami yang sudah menjadi wirausahawan, teknisi andal, hingga tenaga profesional di berbagai sektor,” katanya.

Zulkarnain menuturkan, SMK Negeri Sumatera Selatan secara konsisten memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kerja sama tersebut meliputi penyelarasan kurikulum, program magang, hingga rekrutmen langsung oleh perusahaan.
Selain itu, sekolah juga mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan siswa. Para pelajar dibiasakan untuk berpikir kreatif, inovatif, dan mandiri agar tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan lapangan kerja formal.

“Masalah utama saat ini bukan pada kemampuan lulusan SMK, melainkan pada mindset. Kami terus menanamkan bahwa setelah lulus, siswa tidak harus menunggu lowongan kerja, tetapi bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA  Insurance Company Nurse Jobs

Lebih jauh, Zulkarnain menyebut peluang kerja bagi lulusan SMK di luar negeri semakin terbuka, khususnya di bidang teknik, pariwisata, kesehatan, serta industri kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan SMK memiliki daya saing yang tidak kalah dengan lulusan pendidikan lainnya, baik di tingkat nasional maupun global.

Ia berharap masyarakat dan para pemangku kebijakan dapat melihat pendidikan vokasi secara lebih objektif dan proporsional. Lulusan SMK, kata dia, seharusnya dipandang sebagai aset sumber daya manusia yang produktif dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

“SMK adalah solusi, bukan masalah. Jika dikelola dengan baik dan didukung semua pihak, lulusan SMK justru menjadi motor penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja,” pungkasnya.(Ken)

 

 

Pos terkait