Dapodik Dikunci, Peserta Paket C Tahun 2026 Terpangkas

Dapodik Dikunci, Peserta Paket C Tahun 2026 Terpangkas
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) peserta paket C

PALEMBANG, RakyatRepublika — Pelaksanaan Ujian Kesetaraan Paket C tahun 2026 ini tercatat yang mendaftar sebanyak 280an di tahun sebelumnya sebanyak 300 peserta lebih kurang.mengalami penurunan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari penyelenggara pendidikan nonformal,penurunan tersebut terjadi merata di sejumlah pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Palembang.

Penurunan ini disebabkan oleh sejumlah faktor,salah satunya karena proses pendaftaran yang kini telah terintegrasi dengan Sistem Data Pendidikan Nasional (Dapodik) sehingga seluruh data peserta didik dikunci dan diverifikasi langsung dari pusat.

Bacaan Lainnya

Kabid Paud dan Dikmas Andalusia.,S.Pd.MM melalui Plt. Katim Sapras Bidang Paud dan Dikmas R.Abd.Syaripuddin.,AMD mengatakan aturan penguncian data ini membuat siswa yang terlambat mendaftar atau baru berminat mengikuti program kesetaraan tidak dapat lagi masuk pada tahun berjalan.

“Pendaftaran ujian Paket C untuk tahun ini sudah ditutup dan datanya terkunci dari pusat.Peserta kami hanya yang sudah terdaftar dalam sistem sebelum masa penutupan,” ujarnya, Selasa (6/1/2026)

Ia menambahkan,mekanisme baru ini dilakukan untuk memastikan validitas peserta didik,mencegah pendaftaran ganda,serta memastikan bahwa peserta benar-benar mengikuti proses pembelajaran sebelum mengikuti ujian.

Beberapa PKBM juga mencatat bahwa minat masyarakat untuk mengikuti pendidikan kesetaraan sebenarnya cukup tinggi.Banyak warga yang ingin memperoleh ijazah setara SMA demi melanjutkan pekerjaan,kenaikan pangkat, atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

BACA JUGA  ‎Heboh! Ditemukan Siswa SMPN 26 Palembang Tewas Nyungsep di Selokan Belakang Sekolah

Namun,tidak sedikit pula masyarakat yang baru mengetahui batas waktu pendaftaran setelah masa verifikasi ditutup.

“Kami menerima banyak permintaan pendaftaran mendadak, tetapi tidak bisa ditampung karena sistem sudah ditutup.Ini yang membuat angka peserta tahun ini menurun,”jelasnya.

Iya menambahkan,bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar, penyelenggara memastikan bahwa peluang tetap terbuka pada tahun ajaran berikutnya.Pendaftaran peserta Paket C akan kembali dibuka pada awal tahun depan bersamaan dengan proses pendataan siswa di Dapodik.

“Silakan mendaftar lebih awal tahun depan.Kami selalu mengimbau masyarakat agar tidak menunggu mendekati masa ujian karena sistem sekarang sangat ketat dan semua harus melalui pendataan nasional.

Pihak PKBM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mendaftar lebih awal,terutama bagi calon peserta yang membutuhkan ijazah kesetaraan untuk syarat kerja atau kelanjutan pendidikan,”tambahnya

Lanjutnya,pendidikan kesetaraan Paket C tetap menjadi pilihan strategis bagi masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal.Fleksibilitas waktu belajar serta mekanisme pembelajaran mandiri mempermudah pekerja muda, ibu rumah tangga,maupun warga yang ingin memperbaiki masa depan melalui pendidikan.

Dengan penurunan jumlah peserta tahun ini,PKBM berharap tahun depan koordinasi dengan masyarakat berjalan lebih baik sehingga tidak ada lagi calon peserta yang tertinggal akibat batas pendaftaran,”jelasnya

BACA JUGA  Penggunaan Dana BOS Reguler 2025 Resmi Ditetapkan, Plh Sebut Dana BOS Reguler Untuk Membiayai Keperluan Operasional Sekolah

Kepala PKBM Cahaya Choirun Nisa mengatakan bahwa penurunan jumlah peserta Ujian Paket C tahun ini bukan berarti minat masyarakat menurun, melainkan karena banyak calon peserta yang belum memahami ketatnya sistem pendataan terbaru.

“Bukan karena mereka tidak mau ikut, tetapi banyak yang datang mendaftar setelah sistem Dapodik sudah terkunci. Bahkan ada yang memohon untuk tetap didaftarkan, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa karena sistem pusat tidak membuka ruang tambahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan mekanisme pendataan ini sebenarnya positif karena menjaga validitas peserta. Namun, di sisi lain, masyarakat perlu adaptasi lebih cepat.

“Sistem ini bagus, lebih rapi dan transparan. Tapi masyarakat masih banyak yang belum paham batas waktu pendaftaran. Mereka biasanya mendekat ujian baru ingin ikut. Sekarang tidak bisa lagi seperti itu,” kata Choirun

Menurutnya, PKBM telah melakukan sosialisasi melalui grup WhatsApp, pertemuan warga, hingga bekerja sama dengan kelurahan, namun tetap ada masyarakat yang terlewat informasi.

“Tahun depan kami akan memperluas sosialisasi, tidak hanya lewat PKBM. Banyak warga sangat terbantu dengan Paket C. Sayang sekali kalau mereka gagal ikut hanya karena telat mendaftar,” lanjutnya.

Minat masyarakat terhadap ijazah kesetaraan justru terus meningkat, terutama dari pekerja muda yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan.Ada yang ingin naik jabatan, ingin pindah kerja, atau ingin kuliah,”pungkasnya.(Ken)

 

 

Pos terkait