Bupati Muara Enim Edison Kembali Ditetapkan Tersangka pada Perkara Berbeda, Apa Saja?

Bupati Muara Enim Edison Jadi Kembali Ditetapkan Tersangka pada Perkara Berbeda, Apa Saja?
Edison

JAKARTA, RakyatRepublika – Bupati Muara Enim nonaktif Edison ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Edison diduga menggunakan duit suap yang diterimanya dari proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyuap pegawai BPK.

Pada Kamis (11/6/2026), Edison awalnya terjaring OTT pada Senin (8/6/2026). KPK kemudian menetapkan Edison sebagai tersangka pada Selasa (9/6/2026). Selain Edison, KPK juga menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka. Adapun identitas para tersangka yakni Bupati Muara Enim, Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani, keponakan bupati, Adi Triyadi dan marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.

Bacaan Lainnya

KPK menduga Edison menerima suap Rp 500 juta dari Cory. Suap diduga diterima lewat Abi Nurwardani.

Suap itu disebut sebagai duit menjaga ‘hubungan baik’ karena PT MSA selaku supplier smart board telah mendapat proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim tahun 2025. Selain itu, Abi juga menerima setoran duit dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. KPK menyita duit sekitar Rp 1,9 miliar dalam perkara ini.

Kemudian pada Rabu (10/6/2026), KPK melakukan OTT terhadap lima orang ASN BPK. KPK menyebut OTT ini masih terkait dugaan suap di Pemkab Muara Enim. KPK menduga Bupati Muara Enim memberi suap ke pihak BPK terkait temuan dalam pengadaan smart board.

BACA JUGA  Marcella Bayar Buzzer Rp 597,5 Juta Sebulan untuk Bela Harvey Moeis Korupsi Timah

“Sejauh ini berkaitan dengan untuk menutup temuan-temuan BPK berkaitan dengan pengadaan yang ada di Pemkab Muara Enim, salah satunya pengadaan smart TV tersebut” kata jubir KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta Selatan, dilansir detikNews, Rabu (10/6/2026).

KPK selanjutnya mengatakan ada barang bukti yang disita dalam OTT pegawai BPK itu. Barang bukti itu masih berkaitan dengan uang Rp 500 juta yang diduga diberikan pihak swasta ke Bupati Muara Enim.

“Barang bukti ini juga cross juga ya dari perkara kemarin karena dari Rp 500 juta yang diberikan dari pihak swasta kepada pihak di Pemkab ini, sebagian ada yang dibawa oleh pihak Pemkab ke Muara Enim, yang kemarin kemudian dilakukan tangkap tangan. Sebagian lagi untuk dugaan pemberian suap yang berkaitan dengan temuan BPK,” kata Budi.

KPK menyebutkan OTT ini dilakukan di sejumlah lokasi. Ada yang ditangkap di Jakarta dan Sumatera Selatan (Sumsel).

“Ini serangkaian, termasuk juga kemarin ada pengamanan juga ya, ada yang diamankan juga, baik di wilayah Jakarta maupun di Sumatera Selatan,” katanya.

Terbaru, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dugaan suap terhadap pegawai BPK. Salah satunya ialah Bupati Muara Enim, Edison.

BACA JUGA  Sekarang Hati-hati! Hina Orang Pakai Kata ‘Babi’, ‘Bodoh’, ‘Tolol’ Kamu Bisa Dipidana

“Berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan sah, KPK kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka. Betul (salah satunya Bupati Edison). Dua orang dari sisi terduga pemberi dan dua orang lagi terduga dari sisi penerima,” kata Budi.

Adapun empat tersangka dalam kasus ini yakni Edison selaku Bupati Muara Enim, Abi Nurwardani selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Sesdisdikbud) tahun 2026, Titin selaku ASN BPK, dan Angga selaku pihak swasta.

KPK menelusuri aliran uang terkait kasus dugaan suap dari Bupati Muara Enim Edison kepada pihak BPK. KPK akan mengecek ke mana saja uang mengalir.

“Terkait dengan nanti potensi pengembangannya seperti apa, nanti kita akan lihat ya perkembangan penyidikan perkara ini. Termasuk apakah masih ada peran dari pihak-pihak lain,” kata Budi.

“Kemudian termasuk juga soal aliran uang, apakah hanya berhenti kepada para tersangka ini atau kemudian mengalir kembali kepada pihak-pihak lain,” ujarnya.

Budi mengatakan penyidik tidak akan berhenti pada tersangka yang ada. Dia mengatakan aliran uang akan ditelusuri.

“Tentu penyidik tidak berhenti di titik ini. KPK masih akan terus melacak dan menelusuri ke mana saja dugaan aliran uang tersebut,” ujarnya. (*)

 

 

Pos terkait