Rampungkan Pembangunan Listrik Desa, PLN Gelar “Gebyar Desaku – Terang Bersama PLN” di Desa Bandar Jaya, Musi Banyuasin

MUBA-SUMSEL, RakyatRepublika – Sebagai ungkapan rasa syukur atas terbangunnya jaringan listrik pedesaan di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, PT PLN (Persero) menggelar kegiatan sosial kemasyarakatan bertajuk “Gebyar Desaku – Terang Bersama PLN”. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Sekayu yang menampilkan Kasi Trantib Lendy Adiansyah, S.STP., Kepala Desa Bandar Jaya Rosidin, serta masyarakat setempat.

Manajer PLN UP3 Palembang, Henry Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PLN menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa pada tahun 2025. Program tersebut merupakan bagian dari Arah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar seluruh desa dan dusun di Indonesia dapat menikmati akses listrik secara merata pada Tahun 2029.

Bacaan Lainnya

Henry menegaskan bahwa pembangunan listrik desa bukanlah tanpa tantangan, baik dari sisi biaya maupun kondisi geografis. Namun demikian, PLN berkomitmen menjalankan Amanat Negara untuk menghadirkan listrik bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, listrik bukan hanya sekedar penerangan, tetapi merupakan wujud keadilan sosial agar masyarakat desa dan wilayah terpencil memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup.

BACA JUGA  Gubernur Sumbar Apresiasi Kerja PLN Pulihkan Listrik Pasca Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo
Subianto dan jajaran pemerintahan yang selalu hadir membersamai rakyat dalam setiap lini pembangunan, ungkap Henry dalam keterangan tertulisnya yang diterima Redaksi RakyatRepublika.com, Sabtu (27/12/2025)

Di Provinsi Sumatera Selatan sendiri, terdapat 11 desa yang menjadi bagian dari Program Listrik Desa (Lisdes) Tahun 2025, dengan tujuh desa berada di Kabupaten Musi Banyuasin, yakni Desa Bandar Jaya, Epil Barat, Mangsang, Kepayang, Muara Merang, Pangkalan Bulian, dan Sako Suban. Desa Bandar Jaya menjadi salah satu lokasi prioritas yang telah berhasil memanggil listrik PLN.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasojo meninjau langsung progres pembangunan Lisdes di Desa Bandar Jaya pada 16 Oktober lalu. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Musi Banyuasin Toha Tohet, jajaran Forkopimda, serta perwakilan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah bersama PLN untuk terus memperluas akses listrik hingga pelosok negeri melalui Program Listrik Desa Anggaran Biaya Tambahan (Lisdes ABT) Tahun 2025.

General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), Adhi Herlambang, menyampaikan bahwa hingga September 2025 Rasio Desa Berlistrik (RDB) di wilayah S2JB telah mencapai 99,62 persen, sementara Rasio Elektrifikasi (RE) berada di angka 97,87 persen atau meningkat 0,2 persen dibandingkan akhir tahun 2024. Dari total 24 desa yang belum berlistrik PLN, sebanyak 22 desa berada di Sumatera Selatan dan dua desa di Jambi, dengan target seluruhnya berlistrik pada tahun 2025.

BACA JUGA  Sekda Sumsel Minta Pertagas Sesuaikan Pengerjaan Dengan Pembangunan SKTT

Adhi juga menjelaskan bahwa Program Lisdes ABT 2025 UID S2JB menargetkan pembangunan jaringan listrik di 38 lokasi desa dan dusun dengan total panjang jaringan menengah dan rendah mencapai 393,84 kilometer serta kapasitas gardu sebesar 3.800 kVA. Program ini berpotensi menambah 2.823 pelanggan baru dengan total anggaran Rp145,4 miliar dan ditargetkan meningkatkan RDB menjadi 99,70 persen serta RE menjadi 97,92 persen pada akhir tahun 2025.

“PLN hadir bukan hanya menyalakan listrik, tetapi menyalakan kehidupan. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin,” ujar Adhi.

PLN meyakini kehadiran listrik akan membawa dampak nyata bagi masyarakat desa, mulai dari peningkatan kenyamanan belajar bagi anak-anak, berkembangnya usaha kecil, pergerakan aktivitas ekonomi desa, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (**)

Pos terkait