SEOUL-KORSEL, RakyatRepublika — Investor asing melakukan aksi jual saham Korea Selatan (Korsel) selama lima bulan berturut-turut untuk merealisasikan keuntungan menyusul reli kenaikan saham baru-baru ini, tunjuk data otoritas pengawas keuangan yang dirilis pada Jumat (26/6/2026).
Investor asing menjual saham domestik yang tercatat di bursa Korsel dengan nilai bersih 47,02 triliun won (1 won = Rp11,6) atau 30,5 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.942) pada Mei, melanjutkan tren aksi jual yang telah berlangsung sejak Januari, ungkap data Financial Supervisory Service (FSS).
Investor asing masih menjadi penjual bersih (net seller) di bursa utama KOSPI, namun mereka berubah menjadi pembeli bersih (net buyer) di bursa KOSDAQ yang lebih kecil.
Investor asing melepas saham di bursa KOSPI untuk merealisasikan keuntungan setelah lonjakan pasar saham baru-baru ini.
Didorong oleh industri semikonduktor yang sedang berkembang pesat dan pertumbuhan laba yang signifikan, indeks KOSPI melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah tahun ini meskipun terjadi volatilitas pasar yang tinggi dan aksi jual oleh investor asing.
Nilai kepemilikan asing atas saham-saham lokal mencapai 2.852,3 triliun won atau 1,85 triliun dolar AS pada akhir Mei, yang mencakup 35,3 persen dari total kapitalisasi pasar.
Investor asing memborong obligasi yang tercatat di bursa domestik dengan nilai bersih 11,71 triliun won atau 7,6 miliar dolar AS pada Mei lalu.
Dengan utang jatuh tempo senilai 2,92 triliun won (1,9 miliar dolar AS), investasi bersih asing di pasar obligasi domestik mencapai 8,79 triliun won (5,7 miliar dolar AS).
Kepemilikan asing atas obligasi domestik yang tercatat di bursa mencapai 333,6 triliun won (216,3 miliar dolar AS) pada akhir Mei, yang mencakup 11,7 persen dari total obligasi terdaftar. (xinhua)







