RakyatRepublika – VAKSINASI tengah jadi sorotan menyusul meningkatnya kasus influenza saat ini. Namun, vaksinasi influenza ternyata tidak selalu harus dilakukan segera setelah seseorang sembuh dari infeksi.
Kondisi kesehatan saat akan menerima vaksin menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Bahkan, ada waktu jeda beberapa bulan bagi seseorang yang baru sembuh influenza untuk akhirnya busa mendapat vaksin.
1. Jangan Asal Vaksin Setelah Kena Influenza
Dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang aktif di perhimpunan-perhimpunan IDI sekaligus Wakil Sekjend Perhimpunan Dokter Alergi Imunologi Indonesia (Wasekjend Peralmuni), Dr. dr. Fery Rahman, MKM, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone menyampaikan bahwa seseorang yang baru alami infeksi influenza telah membentuk respons imun terhadap virus yang menginfeksi tubuhnya. Dengan begitu, orang tersebut tak perlu terburu-buruk vaksin.
dr. Ferry menjelaskan, vaksinasi tidak dilakukan semata-mata karena seseorang pernah atau belum pernah mengalami influenza. Kondisi pasien ketika akan mendapatkan vaksin juga perlu menjadi pertimbangan.
“Bukan berarti orang yang sudah sembuh dari influenza, besok langsung vaksin, enggak gitu. Karena antibodinya sudah kebentuk,” ujar dr. Ferry.
2. Antibodi Terbentuk Setelah Infeksi
Ketika seseorang terinfeksi virus influenza, sistem kekebalan tubuh akan memberikan respons terhadap virus tersebut. Salah satu bentuk respons tersebut adalah terbentuknya antibodi.
Namun, keberadaan antibodi setelah infeksi perlu dipahami secara lebih luas. Antibodi yang terbentuk merupakan bagian dari respons imun terhadap virus yang menginfeksi tubuh. Hal ini tidak selalu berarti seseorang memiliki perlindungan optimal terhadap seluruh varian atau strain influenza yang mungkin beredar.
Virus influenza sendiri dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Karena itu, vaksin influenza juga dikembangkan dan diperbarui untuk menyesuaikan dengan virus yang diperkirakan beredar.
3. Perlukah Tunggu 3–4 Bulan?
dr. Ferry juga mengingatkan bahwa salah satu prinsip dalam pemberian vaksin adalah memperhatikan kondisi kesehatan seseorang pada saat vaksinasi. Jika seseorang sedang mengalami penyakit akut dengan kondisi sedang atau berat, vaksinasi umumnya dapat ditunda sampai kondisi tersebut membaik.
Pemeriksaan sebelum vaksinasi diperlukan untuk memastikan tidak terdapat kondisi yang menjadi kontraindikasi atau alasan untuk menunda pemberian vaksin. Meski demikian, dalam praktik medis, keputusan menunda vaksinasi tidak selalu sama untuk setiap orang. Kondisi klinis, jenis penyakit, tingkat keparahan, usia, faktor risiko, serta jenis vaksin yang akan diberikan perlu dipertimbangkan.
“Apalagi persyaratan vaksin kan tidak boleh dalam keadaan demam, tidak boleh dalam keadaan sakit ya kan, dan tidak boleh habis sakit baru sembuh,” tuturnya.
“Bukan serta-merta abis sakit langsung vaksin besoknya. Ada waktu, ada jeda,” lanjut dr. Ferry.
Lalu, apakah seseorang yang baru sembuh dari influenza harus menunggu tiga sampai empat bulan sebelum mendapatkan vaksin. Menurut penjelasan dr. Ferry, pembentukan antibodi menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu vaksinasi.
“Apa pun sakit kita, tubuh kita akan membentuk antibodi. Nah sedangkan tujuan vaksinasi itu adalah membentuk antibodi. Jadi kalau antibodinya sudah kebentuk, ya enggak perlu vaksin. Nanti 3-4 bulan lagi kalau antibodinya sudah menurun bisa dilakukan vaksin. Itu prinsip vaksinasi,” tutupnya. (*)






