Seorang Biksu Senior di Thailand Terekam CCTV Berhubungan S3ks dengan Asisten Wanitanya

Seorang Biksu Senior di Thailand Terekam CCTV Berhubungan S3ks dengan Asisten Wanitanya

THAILAND, RakyatRepublika – Polisi Thailand menahan kepala biara berusia 66 tahun dari Wat Phutthaisawan, kuil kerajaan bersejarah di Ayutthaya, pada Kamis 10 September 2026. Ia dituduh menggelapkan dana kuil lebih dari 92 juta baht (sekitar Rp42 miliar lebih, tergantung kurs) serta terungkap dalam rekaman CCTV sedang berhubungan intim dengan seorang wanita di dalam kamar biaranya.

Biksu tersebut, yang dikenal sebagai Phra Wachirayan atau Luang Pho Atichot, ditangkap bersama wanita berusia 47 tahun yang bekerja sebagai asisten di kuil. Rekaman keamanan menunjukkan keduanya melakukan hubungan seksual di dalam kamar biara, termasuk di atas meja yang juga dipakai untuk makan. Cuplikan video itu kemudian beredar luas di media sosial Thailand. Tonton disini.

Bacaan Lainnya

Menurut penyidik, dana sumbangan kuil dialihkan untuk kepentingan pribadi dan sebagian ditransfer ke rekening wanita tersebut. Polisi juga menyita amulet emas, perhiasan, dan barang berharga lainnya. Biksu itu kemudian dilepas dari jubah kebiksuan.Kasus ini menambah deretan skandal yang menimpa sangha Thailand dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kasus pemerasan besar-besaran pada 2025 yang melibatkan wanita dijuluki “Miss Golf” atau Wilawan Emsawat. Saat itu polisi menemukan puluhan ribu foto dan video intim yang dipakai untuk memeras sejumlah biksu senior.

Di media sosial, reaksi publik cukup keras. Banyak umat menyatakan kecewa karena peristiwa itu terjadi di dalam kompleks kuil, tempat yang seharusnya dijaga kesuciannya. Beberapa netizen, termasuk pemilik akun Threads yang membahas isu keagamaan dan sosial di Thailand, menulis bahwa mereka kehilangan kepercayaan dan memilih berhenti atau menunda kunjungan ke kuil untuk sementara.Kejadian ini memperkuat tekanan kepada otoritas agama dan pemerintah Thailand untuk memperketat pengawasan terhadap perilaku biksu, pengelolaan dana kuil, dan aturan celibacy.

Kepolisian sebelumnya sempat membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan pelanggaran oleh biksu.Hingga saat ini, proses hukum terhadap mantan kepala biara dan wanita yang terlibat masih berjalan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa skandal di institusi keagamaan yang sangat dihormati cepat merusak kepercayaan publik, terutama ketika video dari dalam kuil itu sendiri yang menjadi bukti. (*)

 

 

Pos terkait