Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Disdik Sumsel Menjamin Pelaksanaan PPDB Bebas Dari KKN

0

PALEMBANG, rakyatrepublika.com- Tes seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 yang dilakukan secara serentak ini dijamin bebas dari kecurangan dan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo melaluu Kepala Bidang Disdik Provinsi Sumsel, Bonny Syafrian ketika melakukan pantauan di SMAN 17, Senin (15/01/2018).

“Meskipun soal menggunakan lembaran jawaban tertulis tetapi kecurangan dan praktik KKN hampir tidak bisa dilakukan oleh siswa dan oknum tertentu, pelaksanaan tes di dua SMAN ini murni tergantung pada kemampuan anak sebagai penentu kelulusan mereka,” katanya.

Dikatakan Bonny, untuk pelaksanaan tes PPDB 2018 dilakukan dengan angaran ketat dengan sistem soal yang dirolling. “Untuk soal tes PPDB dibuat dari gabungan dari tim dari dua sekolah yakni SMAN 1 dan 17, soal itu diacak lagi sehingga kemungkinan bocor akan sangat kecil,” katanya.

Bonny juga mengungkapkan, dari data yang didapatkan bagi peserta tes PPDB SMAN 1 Palembang sebayak 665 orang yang sudah melakukan verifikasi dan akan diterima sebanyak 400 orang. “Dua sekolah ini didahulukan karena mereka menerapkan dua kurikulum yakni kurikulum nasional dan kurikulum Cambridge. Jadi banyak porses seleksi lagi yang mereka lakukan setelah tes PPDB,” ungkapnya.

Dengan menerapkan pelaksanaan ujian dan scanning secara terbuka tersebut, Bonny mengungkapkan sebagaai langkah tranparansi pelaksanaan PPBD kepada masyarakat. Bahkan, lembar jawaban bisa diketahui secara bersama-sama dengan elemen masyarakat sekitar dua jam setelah ujian.

“Usai ujian dapat, lembat jawaban siswa langsung dikirim ke SMAN 1 untuk dilakukan proses scanning sehingga masyarakat bisa melihat proses scanning itu dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 17 Palembang, Parmin mengatakan, berbagai upaya kecurangan sudah diantisipasi dalam pelaksanaan PPDB 2018 agar tidak terjadi kecurangan.

“Kita menjaga antisipasi kecurangan sehingga tidak terjadi sama sekali. Bahkan kita memperketat pelaksanaan tes di ruangan, jadi siapapun selain pengawas tidak boleh masuk ke dalam ruangan tes,” pungkasnya.

Dikatakannya, ada dua faktor penentu kelulusan siswa dalam pelaksanaan PPDB 2018 yakni nilai raport dan nilai ujian tes. Nilai raport sendir berbobot 40 persen dan nilai ujian tes tertulis berbobot 60 persen.

“Setelah ujian lembar jawaban langsung  di scanning di SMAN 1 Palembang, sehingga peserta sudah bisa mengetahui hasilnya secara bersama,” pungkasnya.

 

Reporter : Hasan Basri

Editor      : Arman

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.