JAKARTA, RakyatRepublika – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada lini bisnis investasi logam mulia seiring dengan tren kenaikan harga emas global.
Melalui penguatan layanan bullion bank, BSI melaporkan total penjualan emas telah melampaui angka 2 ton hingga akhir periode 2025.
Corporate Communication Department Head BSI, Siti Darojah Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa sejak resmi mengantongi izin operasional bullion bank pada 26 Februari 2025, volume transaksi emas di BSI terus menunjukkan kurva peningkatan yang konsisten.
“Kami sudah menjual sekitar 2,1 ton emas. Sejak izin bullion terbit, minat masyarakat sangat tinggi,” ujar Siti Darojah dalam sesi audiensi di Jakarta, Kamis (15/1/2026) dikutip dari Jawapos.
Lonjakan volume penjualan ini selaras dengan kinerja harga emas yang sangat impresif sepanjang tahun lalu. Direktur Distribution and Sales BSI, Anton Sukarna, mengungkapkan bahwa nilai logam mulia mengalami apresiasi tajam sejak layanan ini diluncurkan.
“Sejak diluncurkan Februari 2025, harganya telah melonjak hingga 56,22 persen secara year to date (Ytd),” kata Anton. Kenaikan signifikan tersebut memperkuat posisi emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang paling diminati masyarakat di tengah ketidakpastian dinamika ekonomi global.
Dalam upaya memudahkan akses bagi nasabah, BSI mengintegrasikan investasi emas ke dalam ekosistem digital melalui aplikasi BYOND. Fitur ini memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi pembelian, penjualan, transfer, hingga pengajuan cetak emas fisik secara daring. Keamanan aset nasabah juga dipastikan melalui penyimpanan di fasilitas smart vault milik bank.
Hingga Desember 2025, profil nasabah layanan bullion bank BSI tercatat mencapai 500.000 orang. Menariknya, basis investor ini didominasi oleh kelompok usia 20 hingga 40 tahun, yang mencakup generasi Z dan milenial.
“Minat generasi muda terhadap investasi emas cukup tinggi. Ini menunjukkan layanan emas bersifat inklusif dan bisa diterima semua kalangan,” pungkas Anton.
Capaian ini mempertegas posisi BSI sebagai pelopor perbankan syariah di Indonesia yang mampu mengoptimalkan potensi pasar logam mulia melalui transformasi digital dan inovasi produk perbankan emas. (*)







