Mengungkap Fakta Dibalik Berita

Gaji Guru Honor dari Anggaran Dana BOS Sebesar 15 Persen

0

PALEMBANG, rakyatrepublika.com-
Dengan adanya guru yang memasuki masa pensiun, otomatis kekurangan guru di setiap sekolah makin berkurang. Hal ini pun menjadi perhatian Dinas Pendidikan guna menanggulangi adanya kekurangan guru dengan merekrut tenaga honorer.

Kepala PGTK Disdik kota Palembang Sutriana melalui Kasi Ketenagaan GTK SMP Drs.Haris Basid, M.Si mengatakan, dengan kondisi saat ini pihaknya tidak dapat berbuat banyak, untuk itulah sekolah diperbolehkan mengeluarkan 15 persen dari anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk honor guru. “Khusus di kota Palembang saja setiap bulan kita kekurangan ratusan guru baik tingkat SD dan SMP, tentu dalam memenuhi kebutuhan sekolah, mau tidak mau sekolah harus merekrut tenaga baru yakni guru honorer,” katanya.

Lanjut Haris Basid, dalam pengrekrutan guru honorer tidak membatasi berapa kouta yang akan diambil. Namun sesuai peraturan saat ini, pengeluaran harus sesuai aturan. “Untuk penggunaan dana BOS khusus gaji guru honorer maksimal 15 persen, perlu diketahui penggunaan tidak boleh melebihi angka15 persen, Jika melebihi angka tersebut akan berdampak fatal,” jelasnya.

Tidak hanya itu, besar dana pengeluaran gaji sendiri tergantung berapa dana BOS yang didapat sekolah tersebut dan berapa jumlah guru yang pensiun. “Semakin banyak guru honorer di sekolah, otomatis gajinya pun dibagi” ungkapnya.

Hal senada dikatakan, Mantan Kabid SMP/SMA/SMK Disdik kota Palembang, Drs. H. Lukman Haris, M.Si mengatakan untuk kekurangan guru saat ini pihaknya tidak membatasi berapa jumlah guru honorer yang diterima, namun dirinya menghimbau sekolah untuk tetap mengikuti aturan. “Soalnya setiap seluruh sekolah khusus di Negeri saja, maksimal pengeluaran dana BOS sebesar 15 persen dan tidak boleh melebih dari yang sudah ditetapkan,” katanya yang saat ini menjabat sebagai Seketaris PGRI Provinsi Sumsel.

Dalam catatan di PGRI saja, seluruh sekolah mengalami kekurangan guru PNS di Sumsel hampir 1.000 orang setiap bulannya. Tentu kita memperbolehkan sekolah merekrut guru honorer, namun untuk besar pengeluran harus mengikuti aturan, “Ya, semakin banyak guru honorer, otomatis semakin banyak juga pengeluaran sekolah. Mengenai gaji guru honorer sekarang, tentu masih dibawah standar,” jelasnya.

Harapan pihaknya, pemerintah bisa membuka peluang PNS dan juga membuat keputusan yang bisa menguntungkan para guru honorer. “Kita mengetahuinya dari dulu, gaji guru honorer masih sangat minim dibandingkan pekerjaan yang selama ini dikerjakan, yang kami inginkan untuk para guru honorer yang puluhan tahun mengabdi segera di perhatikan, termasuk pemberian honor mereka, sebab gaji yang diterima tidak sebanding dengan pengabdian mereka,” pungkasnya.

Reporter : Hasan Basri
Editor.  : Arman
Posting  : Angga

Leave A Reply

Your email address will not be published.